“Afwan ukhti, Afwan akhi ana bisa saja membantu amanah di tim ini tapi ana tidak usah dimasukkan dalam tim ya”
“Akhi, ana banyak amanah di lain jadi untuk di sini saya bantu-bantu saja ya tidak usah dimasukkan dalam tim”
Dua ungkapan menghiris hati yang kian kelu menyaksikan betapa kualitas dakwah kian hari kian menurun. Menginsafi betapa amanah teremban di pundak yang kian lelah. Di sisi lain tak jua bisa dielakkan bahwa dakwah ini tak bisa diistirahatkan meski hanya sekejap. Lantas…?????bagaimana mungkin kemenangan akan kita raih bila ternyata komitmen kita, para aktivis dakwah masih sedemikiannya???jangan-jangan kita penyumbang aset terbesar atas tertundanya kemenangan dakwah yang kita impikan.
Ikhwah fillah…………
Bisa jadi kita tidak menyadari dan menganggap remeh serta sekedar mencari aman dengan ungkapan seperti di atas. Seolah kita merasa tidak terbebani dengan mengungkapkan bahwa kita tidak berada di dalam lingkaran secara langsung. Tapi dengan mengatakan bahwa siap membantu seolah kita adalah orang yang sangat bertanggung jawab. Padahal????Betapa tersimpan satu sikap yang picik (menurut saya) dalam ungkapan itu dan betapa terkesan bahwa kita bukan orang yang bisa bertanggung jawab atas amanah. Kita hanya mau mengekor tanpa mau memegang kendali amanah tersebut.
Melemahnya komitmen……
Gambaran yang sangat jelas membuat semakin ketir hati bahwa kehancuran dakwah seolah di depan mata dan yang paling menyakitkan bahwa penyumbang terbesar kehancuran itu adalah dari para aktivis dakwah sendiri. Tak jarang waktu-waktu kegiatan yang kita agendakan harus mundur setengah sampai satu jam lantaran belum ada yang nongol, sampai-sampai panitia sekalipun. Naudzubillah……entah virus apa yang tengah menghinggapi setiap benak ikhwah aktivis kita kali ini.
Tak bisa mengharap kemenangan…..
Bagaimana malunya kita kepada Allah untuk menengadahkan tangan memohon kemenangan sementara komitmen kita terhadap dakwah ini sedemikian lemah. Tidakkah kita merasa malu atas apa yang kita pinta????
Komitmen yang melemah…….
Sampai kapan???????????????
(hepar)
source : kammi.or.id dengan beberapa perubahan pada redaksi








