<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Di Jalan Da'wah Kami Melangkah</title>
	<atom:link href="http://ukimedia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ukimedia.wordpress.com</link>
	<description>Sebuah Perjalanan Menyampaikan Syiar Islam Di Muka Bumi</description>
	<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 07:34:26 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Kisah Nyata: Hakekat Memakai Jilbab</title>
		<link>http://ukimedia.wordpress.com/2008/07/08/kisah-nyata-hakekat-memakai-jilbab/</link>
		<comments>http://ukimedia.wordpress.com/2008/07/08/kisah-nyata-hakekat-memakai-jilbab/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 06:01:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukimedia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>

		<category><![CDATA[akhwat]]></category>

		<category><![CDATA[hijab]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<category><![CDATA[jilbab]]></category>

		<category><![CDATA[kisah]]></category>

		<category><![CDATA[muslim]]></category>

		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukimedia.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini saya dapat dari sahabatku yang bekerja di salah satu perusahaan asing, di Kaltim: Disini saya kutibkan kisah nyata seorang gadis yang menginjak remaja atau kerennya jaman sekarang (ABG) yang sebelumnya tidak karuan tingkah lakunya, namun setelah sadar akan kekeliruannya dan sudah mengerti &#8220;HIKMAH MEMAKAI JILBAB&#8221; Allah memanggilnya.
Kisah nyata ini dari kawan saya bekerja.
Kisah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kisah ini saya dapat dari sahabatku yang bekerja di salah satu perusahaan asing, di Kaltim: Disini saya kutibkan kisah nyata seorang gadis yang menginjak remaja atau kerennya jaman sekarang (ABG) yang sebelumnya tidak karuan tingkah lakunya, namun setelah sadar akan kekeliruannya dan sudah mengerti &#8220;HIKMAH MEMAKAI JILBAB&#8221; Allah memanggilnya.</p>
<p>Kisah nyata ini dari kawan saya bekerja.<br />
Kisah nyata ini semoga berguna bagi yang membacanya, terutama kaum Hawa, juga bagi yang punya istri, yang punya anak perempuan, adik perempuan, saudara perempuan, kakak perempuan, yang masih punya Ibu, yang punya keponakan perempuan&#8230;&#8230;..</p>
<p>Sahabatku menceritakan:<br />
Ini cerita tentang adikku Nur Annisa , gadis yang baru beranjak dewasa namun rada Bengal dan tomboy. Pada saat umur adikku menginjak 17 tahun, perkembangan dari tingkah lakunya rada mengkhawatirkan ibuku , banyak teman  cowoknya yang datang kerumah dan itu tidak mengenakkan ibuku sebagai seorang guru ngaji.<br />
<span id="more-148"></span><br />
Untuk mengantisipasi hal itu ibuku menyuruh adikku memakai jilbab, namun selalu ditolaknya hingga timbul pertengkaran pertengkaran kecil diantara mereka. Pernah satu kali adikku berkata dengan suara yang rada keras:  &#8220;Mama coba lihat deh , tetangga sebelah anaknya pakai jilbab namun kelakuannya ngga beda beda ama kita kita , malah teman teman Ani yang disekolah pake jilbab dibawa om om , sering jalan jalan , masih mending Ani, walaupun begini-gini ani nggak pernah ma kaya gituan &#8221; , bila sudah seperti itu ibuku hanya mengelus dada,  kadangkala di akhir malam kulihat ibuku menangis , lirih terdengar doanya:  &#8220;Ya Allah , kenalkan Ani dengan hukum Engkau ya Allah &#8220;.</p>
<p>Pada satu hari didekat rumahku, ada tetangga baru yang baru pindah. Satu keluarga dimana mempunyai enam anak yang masih kecil kecil. Suaminya bernama Abu Khoiri ,(bukan Effendy Khoiri lhoo)(entah nama aslinya siapa) aku kenal dengannya waktu di masjid.</p>
<p>Setelah beberapa lama mereka pindah timbul desas desus mengenai istri dari Abu Khoiri yang tidak pernah keluar rumah , hingga dijuluki si buta , bisu dan tuli. Hal ini terdengar pula oleh Adikku , dan dia bertanya sama aku: &#8220;Kak , memang yang baru pindah itu istrinya buta , bisu dan tuli ? &#8220;..hus aku jawab sambil lalu&#8221; kalau kamu mau tau datangin aja langsung kerumahnya&#8221;.</p>
<p>Eehhh tuuh,  anak benar benar datang kerumah tetangga baru. Sekembalinya dari rumah tetanggaku , kulihat perubahan yang drastis pada wajahnya, wajahnya yang biasa cerah nggak pernah muram atau lesu mejadi pucat pasi….entah apa yang terjadi.?</p>
<p>Namun tidak kusangka selang dua hari kemudian dia meminta pada ibuku untuk dibuatkan Jilbab ..yang panjang, lagi..rok panjang, lengan panjang…aku sendiri jadi bingung….aku tambah bingung campur syukur kepada Allah SWT karena kulihat perubahan yang ajaib..yah kubilang ajaib karena dia berubah total..tidak banyak lagi anak cowok yang datang kerumah atau teman teman wanitanya untuk sekedar bicara yang nggak karuan&#8230;kulihat dia banyak merenung, banyak baca baca majalah islam yang biasanya dia suka beli majalah anak muda kaya gadis atau femina ganti jadi majalah majalah islam , dan kulihat ibadahnya pun melebihi aku …tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur&#8217;annya, sholat sunat nya…dan yang lebih menakjubkan lagi&#8230;.bila teman ku datang dia menundukkan pandangan…Segala puji bagi Engkau ya Allah SWT jerit hatiku..</p>
<p>Tidak berapa lama aku dapat panggilan kerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan asing (PMA). Dua bulan aku bekerja disana aku dapat kabar bahwa adikku sakit keras hingga ibuku memanggil ku untuk pulang ke rumah (rumahku di Madiun). Di pesawat tak henti hentinya aku berdoa kepada Allah SWT agar Adikku di beri kesembuhan, namun aku hanya berusaha, ketika aku tiba di rumah, didepan pintu sudah banyak orang, tak dapat kutahan aku lari masuk kedalam rumah, kulihat ibuku menangis, aku langsung menghampiri dan memeluk ibuku, sambil tersendat sendat ibuku bilang sama aku: &#8220;Dhi, adikkmu bisa ucapkan dua kalimat Syahadah diakhir hidupnya &#8220;..Tak dapat kutahan air mata ini&#8230;</p>
<p>Setelah selesai acara penguburan dan lainnya, iseng aku masuk kamar adikku dan kulihat Diary diatas mejanya..diary yang selalu dia tulis, Diary tempat dia menghabiskan waktunya sebelum tidur kala kulihat sewaktu almarhumah adikku masih hidup, kemudian kubuka selembar demi selembar&#8230;hingga tertuju pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul di hatiku..perubahan yang terjadi ketika adikku baru pulang dari rumah Abu Khoiri…disitu kulihat tanya jawab antara adikku dan istri dari tetanggaku, isinya seperti ini :</p>
<p>Tanya jawab ( kulihat dilembaran itu banyak bekas tetesan airmata ):</p>
<p>Annisa : Aku berguman (wajah wanita ini cerah dan bersinar layaknya bidadari), ibu, wajah ibu sangat muda dan cantik.</p>
<p>Istri tetanggaku : Alhamdulillah, sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati.</p>
<p>Annisa : Tapi ibu kan udah punya anak enam, tapi masih kelihatan cantik.</p>
<p>Istri tetanggaku : Subhanallah, sesungguhnya keindahan itu milik Allah SWT dan bila Allah SWT berkehendak, siapakah yang bisa menolaknya.</p>
<p>Annisa : Ibu, selama ini aku selalu disuruh memakai jilbab oleh ibuku, namun aku selalu menolak karena aku pikir nggak masalah aku nggak pakai jilbab asal aku tidak macam macam dan kulihat banyak wanita memakai jilbab namun kelakuannya melebihi kami yang tidak memakai jilbab, hingga aku nggak pernah mau untuk pakai jilbab, menurut ibu bagaimana?</p>
<p>Istri tetanggaku : Duhai Annisa, sesungguhnya Allah SWT menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan muhrim kita semuanya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT diakhirat nanti,  jilbab adalah hijab untuk wanita.</p>
<p>Annisa : Tapi yang kulihat banyak wanita yang memakai jilbab yang kelakuannya nggak enak, nggak karuan.</p>
<p>Istri Tetanggaku : Jilbab hanyalah kain, namun hakekat atau arti dari jilbab itu sendiri yang harus kita pahami.</p>
<p>Annisa : Apa itu hakekat jilbab ?</p>
<p>Istri Tetanggaku : Hakekat jilbab adalah hijab lahir batin. Hijab mata kamu dari memandang lelaki yang bukan mahram kamu. Hijab lidah kamu dari berghibah (ghosib) dan kesia siaan, usahakan selalu berdzikir kepada Allah SWT. Hijab telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat. Hijab hidungmu dari mencium cium segala yang berbau busuk. Hijab tangan-tangan kamu dari berbuat yang tidak senonoh. Hijab kaki kamu dari melangkah menuju maksiat.</p>
<p>Hijab pikiran kamu dari berpikir yang mengundang syetan untuk memperdayai nafsu kamu. Hijab hati kamu dari sesuatu selain Allah SWT,  bila kamu sudah bisa maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hati kamu, itulah hakekat jilbab.</p>
<p>Annisa : Ibu aku jadi jelas sekarang dari arti jilbab, mudah mudahan aku bisa pakai jilbab, namun bagaimana aku bisa melaksanakan semuanya.</p>
<p>Istri tetanggaku : Duhai Anisa bila kamu memakai jilbab itulah karunia dan rahmat yang datang dari Allah SWT yang Maha Pemberi Rahmat, yang Maha Penyayang, bila kamu mensyukuri rahmat itu kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan amalan jilbab hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah SWT.</p>
<p>Duhai Anisa, ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan dari kuburnya. Ketika ditiup terompet yang kedua kali, pada saat roh roh manusia seperti anai anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tidak ada rumput maupun tumbuhan.</p>
<p>Ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gulita. Ketika seluruh Nabi ketakutan. Ketika ibu tidak memperdulikan anaknya, anak tidak memperdulikan ibunya, sanak saudara tidak kenal satu sama lain lagi, kadang satu sama lain bisa menjadi musuh, satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada dialam ini.</p>
<p>Ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya memperdulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berkeringat karena rasa takut yang luar biasa hingga menenggelamkan dirinya, dan rupa rupa bentuk manusia bermacam macam tergantung dari amalannya, ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syetan, semuanya menangis, menangis karena hari itu Allah SWT murka, belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari itu, hingga ribuan tahun manusia didiamkan Allah SWT dipadang mahsyar yang panas membara hingga Timbangan Mizan digelar itulah hari Yaumul Hisab.</p>
<p>Duhai Annisa, bila kita tidak berusaha untuk beramal dihari ini, entah dengan apa nanti kita menjawab bila kita di sidang oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Kuat, Yang Maha Agung, Allah SWT. Di Yaumul Hisab nanti! Di Hari Perhitungan nanti!!</p>
<p>Sampai disini aku baca diarynya karena kulihat, berhenti dan  banyak tetesan airmata yang jatuh dari pelupuk matanya, Subhanallah, kubalik lembar berikutnya dan kulihat tulisan,  kemudian kulihat tulisan kecil di bawahnya: buta, tuli dan bisu, wanita yang tidak pernah melihat lelaki selain muhrimnya, wanita yang tidak pernah mau mendengar perkara yang dapat mengundang murka Allah SWT, wanita yang tidak pernah berbicara ghibah, ghosib dan segala sesuatu yang mengundang dosa dan sia sia tak tahan airmata ini pun jatuh membasahi diary.</p>
<p>Itulah yang dapat saya baca dari diarynya, semoga Allah SWT menerima Adikku di sisinya, Amin , Subhanallah.</p>
<p>Bapak-Bapak, Ibu-ibu, Saudara-Saudaraku, adik-adikku dan Anak-anakku yang dimuliakan oleh Allah SWT. Khususnya kaum hawa. Saya mengharap kisah nyata ini bisa menjadi iktibar, menjadi pelajaran  bagi kita , bagi putri-putri kita semua. Semoga meresap dihati yang membacanya dan semoga Allah SWT senantiasa memberi petunjuk, memberi Rahmat, hidayah bagi yang membaca dan menghayatinya.</p>
<p>Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan iman kita untuk menjalankan (memenuhi) segala perintah-Nya dan menjauhi segala apa-apa yang dilarang-Nya, dan mendapat derajat takwa yang tinggi, selamat didunia sampai di akhirat nanti, mendapat pertolongan dan syafa&#8217;at di hari yaumul hisab dan mendapat surga yang tinggi, amien. Wallaahu a&#8217;lam bish shawab, billaahi taufik wal hidayah. Wassalaamu&#8217;alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.</p>
<p>Bila anda mau beramal saleh, kertas ini setelah dibaca jangan disobek, berikan kepada orang lain agar dibaca, supaya menambah iman dan taqwa mereka, insya Allah.</p>
<p>Dikutip oleh H.Muhammad Sukarman.<br />
Pisangan RT 05 RW 03 No.25 Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur 13940.<br />
Tlp. 021-4604785.(rumah), 021-718 9104 (kantor)Email: sukarman@petrosea.com</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ukimedia.wordpress.com/148/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ukimedia.wordpress.com/148/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukimedia.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukimedia.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukimedia.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukimedia.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukimedia.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukimedia.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukimedia.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukimedia.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukimedia.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukimedia.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukimedia.wordpress.com&blog=1144238&post=148&subd=ukimedia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukimedia.wordpress.com/2008/07/08/kisah-nyata-hakekat-memakai-jilbab/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/ukimedia-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ukimedia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8230;harapan itu masih ada!!</title>
		<link>http://ukimedia.wordpress.com/2008/07/03/harapan-itu-masih-ada/</link>
		<comments>http://ukimedia.wordpress.com/2008/07/03/harapan-itu-masih-ada/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 03:59:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muliaok</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>

		<category><![CDATA[aktifis]]></category>

		<category><![CDATA[dakwah]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<category><![CDATA[kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukimedia.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[seri shohwah (chapter 1)
PROFESIONALISME DALAM DAKWAH
Oleh: Dr. Attabiq Luthfi, MA
“Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah (argumentasi) yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (Yusuf: 10  
Kata kunci dari ayat ini seharusnya adalah kata “Bashirah” yang merupakan acuan profesionalitas dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>seri shohwah (chapter 1)</p>
<p style="text-align:center;">PROFESIONALISME DALAM DAKWAH</p>
<p><em><span class="postedby">Oleh: <a title="Profile of Dr. Attabiq Luthfi, MA" href="http://www.dakwatuna.com/author/attabiq">Dr. Attabiq Luthfi, MA</a></span></em></p>
<p><em>“Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah (argumentasi) yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.</em> (Yusuf: 10 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kata kunci dari ayat ini seharusnya adalah kata “Bashirah” yang merupakan acuan profesionalitas dalam Islam. Semakin luas dan tajam bashirah seseorang, akan semakin profesional menggeluti bidang kerjanya. Apalagi konteks ayat ini jelas dalam konteks dakwah yang merupakan pekerjaan yang paling mulia. Dalam ayat ini Allah mendampingkan proses kewajiban dakwah dengan bashirah sebagai sebuah faridhah syar’iyyah yang dituntut oleh Islam. Justru kehidupan ini diciptakan oleh Allah diantaranya memang untuk menguji siapa yang benar-benar ihsan (baca: profesional) dalam beramal. “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya” (Al-Mulk: 2).</p>
<p>Ibnu Katsir mengidentifikasi bashirah sebagai sebuah keyakinan yang berlandaskan argumentasi syar’i dan aqli yang kokoh, serta tidak taklid buta. Menurut Syaukani, bashirah adalah pengetahuan yang mampu memilah yang hak dari yang bathil, yang benar dari yang salah dan begitu seterusnya. Inilah bangunan profesionalisme dalam dakwah yang tegaskan oleh ayat di atas; yaitu beramal dan berdakwah atas dasar ilmu, keyakinan, tiada keraguan apalagi persepsi yang tidak benar terhadap dakwah. Disinilah peri pentingnya sebuah pembinaan yang kontinu – meskipun – terhadap da’i, karena da’i lah justru inti dari sebuah proses dakwah. Bahkan dikatakan dalam sebuah pepatah “beramal tanpa ilmu lebih banyak merusaknya daripada memperbaiki”.</p>
<p><span id="more-145"></span></p>
<p>Agar rasa dan sikap profesionalitas tampil, maka segala aktifitas seseorang harus diawali dengan sebuah kesadaran “nawaitu” yang benar. Diawali dengan taubatan nasuha yang akan memperbaiki hubungan dengan Allah. Salah dan bergesernya niat akan turut mempengaruhi kinerja seseorang dan mengakibatkan kerja yang asal-asalan, tidak sempurna dan cenderung apa adanya. Sofyan Tsauri pernah mengungkapkan: “Tidak ada sesuatu yang lebih aku perhatikan selain dari niat”. Inilah rahasianya kenapa setiap amal dalam Islam harus didasari niat yang benar dan tulus karena Allah. Rasa takut akan pertanggung jawaban dakwah di hadapan Allah juga akan turut memperkuat keseriusan dan kejelasan dakwah seseorang. Inilah maksud firman Allah swt: “(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan”. (33: 39)</p>
<p>Dalam konteks ini, Dr. Ali Abdul Halim Mahmud menegaskan bahwa “Ahliyyatud Du’at” (baca: kualifikasi dan profesionalisme para da’i) merupakan persoalan besar dalam dakwah yang harus diperhatikan dengan baik dan tidak boleh diabaikan dalam keadaan apapun. Karena para da’i dari kalangan nabipun merupakan manusia pilihan Allah, “Allah memilih utusan-utusan-(Nya) dari malaikat dan dari manusia; sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (Al-Hajj: 75). Selanjutnya Ibnu Qayyim merumuskan beberapa bangunan profesionalisme dakwah yang ternyata diawali dengan persoalan ilmu: Memiliki landasan ilmu atas apa yang ia sampaikan (Al-Ilmu Bima Yuballigh) yang diteruskan secara implementatif dengan sikap jujur dan benar terhadap apa yang ia sampaikan (Ash-Shidqu Fima Yuballigh) . Disinilah kedudukan ilmu sebagai pondasi dalam beramal. “Setiap orang yang beramal tanpa ilmu, maka amalnya tertolak, tidak diterima”.</p>
<p>Seorang yang profesional adalah seorang yang tekun, sabar dan tahan godaan, senantiasa dinamis dan mencari kreatifitas baru dalam berdakwah, karena memang ia tidak akan pernah setuju dan rela jika dakwah ini vakum, berjalan di tempat dan tidak mendapat tempat di hati umat. Contoh paling fenomenal adalah nabi Nuh as. Ditengah penolakan kaumnya, ia tetap mencari terobosan baru dalam berdakwah agar keberlangsungan dakwah bisa dipertahankan. Ia tetap komit dan tegar, bahkan mencari alternatif sarana dakwah yang beragam sesuai dengan kondisi dan tuntutan kaumnya: “Nuh berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran)…… Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam”. (Nuh: 5-9).</p>
<p>Disinilah profesionalitas kita akan terus diuji dengan beragam ujian sehingga akan lahir kaliber manusia yang diabadikan oleh Allah sebagai kelompok yang tetap tegar dan jujur dalam dakwah mereka, “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya)”. (Al-Ahzab: 23). Inilah prinsip yang senatiasa dipegang oleh para pendahulu dakwah, karena mereka yakin bahwa kecintaan Allah hAnya akan dianugerahkan kepada mereka yang beramal dengan tulus, cerdas, tuntas dan serius. Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah cinta jika hambaNya beramal dengan itqan”. Itqan dalam arti berbuat lebih banyak, lebih bermutu dan berkualitas dari umumnya orang mampu berbuat dan bekerja, seperti yang Allah gambarkan tentang kelompok manusia muhsin yang mampu beramal, lebih tinggi di atas rata-rata kebanyakan manusia sanggup beramal. “Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat dengan ihsan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar”. (Adz-Dzariyat: 16-1 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ruang dakwah ke depan memang akan menuntut lebih profesionalisme kita dalam konteks “keilmuan” yang bisa dipertanggungjawabkan (bashirah) sehingga dakwah citra dakwah ini akan tetap baik seiring dengan permasalahan dan perkembangan dunia global yang lebih menantang. Mari ciptakan suasana ilmiyyah yang merupakan komponen dasar dari profesionalitas dalam dakwah kita. Allahu a’lam</p>
<p><em>source : dakwatuna.com</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ukimedia.wordpress.com/145/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ukimedia.wordpress.com/145/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukimedia.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukimedia.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukimedia.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukimedia.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukimedia.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukimedia.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukimedia.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukimedia.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukimedia.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukimedia.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukimedia.wordpress.com&blog=1144238&post=145&subd=ukimedia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukimedia.wordpress.com/2008/07/03/harapan-itu-masih-ada/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Marhaban ya rajab wa sya&#8217;ban&#8230;..</title>
		<link>http://ukimedia.wordpress.com/2008/07/03/marhaban-ya-rajab-wa-syaban/</link>
		<comments>http://ukimedia.wordpress.com/2008/07/03/marhaban-ya-rajab-wa-syaban/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 03:44:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muliaok</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<category><![CDATA[rajab]]></category>

		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<category><![CDATA[syaban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukimedia.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Hmm&#8230;.tak terasa Ramdhan sudah benar-benar akan menghampiri kita.
Allahumma bariklana fii rajab wa sya&#8217;ban wa balighna Ramadhan. Ya Allah, berkahilan kami di bulan rajab dan Sya&#8217;ban, dan sampaikanlah kami di bulan Ramadhan.
Bagaimana persiapan saudaraku semua ? tentunya sudah semakin matang ya..amiin
Rajab dan Sya&#8217;ban adalah ladang persiapan kita untuk berbenah, menyiapkan mental dan spiritual kita dalam menyambut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hmm&#8230;.tak terasa Ramdhan sudah benar-benar akan menghampiri kita.<br />
Allahumma bariklana fii rajab wa sya&#8217;ban wa balighna Ramadhan. Ya Allah, berkahilan kami di bulan rajab dan Sya&#8217;ban, dan sampaikanlah kami di bulan Ramadhan.</p>
<p>Bagaimana persiapan saudaraku semua ? tentunya sudah semakin matang ya..amiin</p>
<p>Rajab dan Sya&#8217;ban adalah ladang persiapan kita untuk berbenah, menyiapkan mental dan spiritual kita dalam menyambut bulan penuh berkah itu, bulan penuh Rahmah, bulan penuh kemuliaan.</p>
<p>Sungguh Rasulullah paling banyak berpuasa pada bulan Rajab dan Sya&#8217;ban.</p>
<p>pernah seorang ustadz menjelaskan kemuliaan bulan ramadhan begini:</p>
<p>&#8221; pada bulan itu Allah menurunkan rahmatnya tanpa batas, bagaikan hujan. dan semua orang mukmin berhak mendapatkannya, namun kemampuan daya tampung atas hujan rahmat itu sangat tergantung besar wadahnya. Dan salah satu modal untuk memperbesar wadah seorang mukmin adalah amalan-amalannya sebelum Ramadhan,<br />
dan bulan Rajab dan Sya&#8217;ban adalah bulan dimana Rasulullah berharap keberkahan untuk menuju Ramadhan&#8221;<br />
<span id="more-143"></span></p>
<p>Pada bulan Rajab dan Syaban, begitu banyak ujian yang datang. Semua untuk membersihkan diri kita. Untuk meningkatkan kualitas diri dan hati. Untuk menentukan di kelas berapa kita saat Ramadhan. Di tingkatan mana ketaatan kita berada. Dan seberapa banyak hidayah yang dapat kita terima.</p>
<p>Di bulan Rajab dan Syaban, ujian yang datang ke tiap orang berbeda beda. Tergantung dimana kelemahan kita saat itu. Tergantung dimana kekurangan ketaatan kita. Tergantung di sebelah mana ruh kita harus dibenahi. Tergantung dimana Allah akan meningkatkan ilmu dan iman kita. Dan Allah Maha Tahu. Maha Tahu iman bagian mana yang seharusnya kita tingkatkan pada tahun ini. Maha Tahu ilmu ketakwaan mana yang harus kita pelajari tahun ini. Maha Tahu baru sampai sebatas mana kita bisa menerima pelajaran yang diberikan.</p>
<p>Untuk lulus dan tidaknya, sangat tergantung dengan usaha kita. Bukan, bukan Allah nggak tahu kita akan lulus atau tidak. Tapi penentuan dari Allah tentang kelulusan kita sangat tergantung dari apa yang kita lakukan. Atau lebih tepatnya, tergantung apa yang Allah lihat telah kita usahakan. Bukan berarti Allah tidak melihat apa yang kita lakukan. Tapi kita sendirilah yang kadang melihat hanya sebagian dari yang kita lakukan. Banyak faktor X dari yang kita lakukan tidak terlihat, tidak terasa oleh hati kita sendiri. Karena hati kita terlalu buram untuk bercermin. Karena hati kita telah terlalu penuh dengan noda. Dan Allah yang Maha Tahu. Dan Allah yang Maha Adil.</p>
<p>Saudaraku&#8230;.</p>
<p>Ayoo&#8230; tidak ada lagi waktu untuk bertopang dagu,</p>
<p>apalagi termangu dalam sendu,</p>
<p>raih berkah bulan rajab dan sya&#8217;ban. semoga Allah menyampaikan umur dan memperkenan kan kita untuk menikmati jamuan-Nya pada Ramadhan tahun ini.</p>
<p>wallahu&#8217;alam&#8230;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ukimedia.wordpress.com/143/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ukimedia.wordpress.com/143/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukimedia.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukimedia.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukimedia.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukimedia.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukimedia.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukimedia.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukimedia.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukimedia.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukimedia.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukimedia.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukimedia.wordpress.com&blog=1144238&post=143&subd=ukimedia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukimedia.wordpress.com/2008/07/03/marhaban-ya-rajab-wa-syaban/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kami Tunduk Pada Syuro dan Tsiqah Pada Qiyadah</title>
		<link>http://ukimedia.wordpress.com/2008/07/01/kami-tunduk-pada-syuro-dan-tsiqah-pada-qiyadah/</link>
		<comments>http://ukimedia.wordpress.com/2008/07/01/kami-tunduk-pada-syuro-dan-tsiqah-pada-qiyadah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 15:05:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muliaok</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>

		<category><![CDATA[aktifis]]></category>

		<category><![CDATA[dakwah]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<category><![CDATA[kampus]]></category>

		<category><![CDATA[ldk]]></category>

		<category><![CDATA[qiyadah]]></category>

		<category><![CDATA[rohis]]></category>

		<category><![CDATA[syura]]></category>

		<category><![CDATA[tsiqah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukimedia.wordpress.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Syuro mengindikasikan adanya mekanisme demokratis yang bertanggung jawab. Keputusan syuro adalah hasil kesepakatan bersama, sehingga wajib dilaksanakan bersama pula. Dalam ilmu ekonomi modern, seorang manajer sebaiknya melibatkan karyawannya dalam mengambil sebuah keputusan karena yang demikian itu akan lebih membawa maslahat dan tanggung jawab bagi semua, sehingga dalam menjalankan program kerja, ada rasa memiliki. Syuro adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Syuro mengindikasikan adanya mekanisme demokratis yang bertanggung jawab. Keputusan syuro adalah hasil kesepakatan bersama, sehingga wajib dilaksanakan bersama pula. Dalam ilmu ekonomi modern, seorang manajer sebaiknya melibatkan karyawannya dalam mengambil sebuah keputusan karena yang demikian itu akan lebih membawa maslahat dan tanggung jawab bagi semua, sehingga dalam menjalankan program kerja, ada rasa memiliki. Syuro adalah mekanisme pengambilan keputusan yang sangat ideal untuk diterapkan di setiap masa. &#8220;Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan-nya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.&#8221;(QS. Asy Syuraa : 3 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Para aktivis Islam adalah Jundullah yang sedang melakukan ribath, karena jika tidak demikian, maka berarti telah melalaikan amanah sebagai ummat terbaik yang bertugas menyeru kepada yang ma&#8217;ruf dan mencegah dari yang mungkar. Melalaikannya, akan mendapat murka Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Di dalam organisasi Islam-lah ribath itu dilakukan. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman, &#8220;Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi, dan dari kuda yang ditambat (untuk persiapan perang) yang dengan itu kamu menggetarkan musuh Allah dan musuh kamu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tdak mengetahuinya (tetapi) Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah, niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu, dan kamu tidak akan dianiaya.&#8221; (QS. Al Anfal: 60)</p>
<p><span id="more-141"></span>Salah satu output dari ribath yang dilakukan dalam organisasi Islam adalah mencetak pemimpin Islam. Bila untuk mewujudkan yang wajib membutuhkan sesuatu, maka sesuatu itu menjadi wajib. Salah satu permasalahan ummat ini adalah krisis kepemimpinan, maka setiap orang dalam organisasi Islam hendaknya diberi kesempatan untuk menjadi pemimpin, baik dalam skup departemen ataupun kepanitiaan, sehingga rolling ini dapat mengasah potensi kader untuk menjadi pemimpin yang memberi bobot kalimah tauhid di muka bumi. Karena kelak, tidak hanya sebatas menjadi pemimpin skup kampus, tetapi dari organisasi ke negara. Itulah pergerakan.</p>
<p>Pemimpin adalah cerminan dari sebuah organisasi karena yang pertama kali dilihat oleh khalayak adalah pemimpinnya. Maka berhati-hatilah dalam memilih seorang pemimpin dan sesuaikan dengan tahapan da&#8217;wah yang sedang ditempuh. Pemimpin yang bisa diterima tidak hanya di kalangan ikhwah, tetapi juga di luar ikhwah, bahkan dapat diterima oleh non muslim sekalipun. Oleh karena itulah karakteristik sekunder seorang pemimpin dapat berubah dan disesuaikan dengan era da&#8217;wah.</p>
<p>Seorang pemimpin haruslah memiliki muwashofat primer dan sekunder yang sesuai marhalahnya. Iman yang kuat, kesempurnaan aqidah, akhlaq yang solid dan ibadah yang benar, diletakkan tertinggi, karena bila pemimpin beriman dan bertaqwa, maka niscaya Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala akan memberikan barakah kepada da&#8217;wah yang diemban di lingkungan tersebut. Kedekatan kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala adalah kunci utama menggapai kemenangan. Karena bukanlah kemenangan itu didapat dari dahsyatnya ikhtiar, tetapi lebih karena pertolongan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala semata.</p>
<p>Meski kini era musyarakah, &#8220;The real leader&#8221;, tidaklah harus ditonjolkan ke luar. Walau pemimpin yang dapat diberi gelar sebagai &#8220;dibalik layar&#8221; ini bisa jadi namanya tak populer di kalangan ammah, namun sesungguhnya ia penopang hakiki dan pem-back up ruhiyah dan kaderisasi generasi. Ia berperan sebagai jantung organisasi Islam yang memompa aliran darah organisasi agar tetap sehat, aktif, dan nyaman dalam menggerakkan anggota tubuh. Jantung senantiasa berdetak tanpa henti dan menjadi bagian yang memiliki komitmen yang kokoh, dan pengorbanan yang besar.</p>
<p>Bila ada dua orang calon pemimpin yang sama-sama bertaqwa, maka pilihlah yang lebih kuat karena Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala lebih mencintai mu&#8217;min yang kuat daripada mu&#8217;min yang lemah. Kuat dari segi hati, akal dan jasad. Yang dengan kekuatan tersebut, ia dapat menaungi jundi-jundinya, mampu memberi solusi, mengambil keputusan yang tepat, dan menyatukan yang terberai.</p>
<p>Memilih pemimpin bukanlah lantaran pilih kasih, tetapi karena atas dasar kemampuannya, karena penulis pernah mendengar sebuah hadits bahwa barangsiapa memberikan amanah (kepemimpinan) kepada seseorang lantaran pilih kasih, padahal ada orang lain yang lebih mampu, maka sesungguhnya ia telah mengkhianati Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dan Rasul-Nya.</p>
<p>Organisasi Islam yang akan berganti kepengurusan harus menggelar syuro untuk memilih pemimpin (qiyadah) yang baru. Berbagai argumen diungkapkan oleh para peserta syuro. Mekanismenya, peserta berhak memberikan pendapatnya, sedangkan keputusan tetap ada pada pimpinan syuro hingga tercapai kata SEPAKAT dari seluruh perserta syuro. Ketika syuro telah sampai pada kata sepakat, maka tidak ada pilihan lain selain mematuhinya dan di kalangan kader hendaknya tak ada lagi kasak-kusuk atau aksi terselubung yang dapat menggoyahkan kepemimpinan seorang qiyadah, melunturkan kepercayaan, ataupun lari dari jalan da&#8217;wah lantaran tidak suka atau ada konflik pribadi dengan qiyadah, misalnya. Tanamkan azzam bahwa kita ada dalam organisasi Islam karena Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala untuk bersatu menjadi kebaikan yang terorganisir sehingga dapat mengalahkan kebatilan di luar kita yang bisa jadi lebih rapi dalam mengorganisir. Maka, bersatulah dan berkomitmen, &#8220;Kami tunduk pada syuro dan tsiqoh pada qiyadah.&#8221; Karena seorang pemimpin bukanlah manusia yang kuat di antara kaum muslimin, tetapi seorang pemimpin itu dapat menjadi kuat dengan dukungan dan kepercayaan dari para anggotanya atau jundinya. [ayat al akrash]</p>
<p>source : hudzaifah.org</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ukimedia.wordpress.com/141/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ukimedia.wordpress.com/141/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukimedia.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukimedia.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukimedia.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukimedia.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukimedia.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukimedia.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukimedia.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukimedia.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukimedia.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukimedia.wordpress.com/141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukimedia.wordpress.com&blog=1144238&post=141&subd=ukimedia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukimedia.wordpress.com/2008/07/01/kami-tunduk-pada-syuro-dan-tsiqah-pada-qiyadah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MENGAPA SLALU IKHWAN YANG MENGALAH&#8230;..</title>
		<link>http://ukimedia.wordpress.com/2008/07/01/mengapa-slalu-aku-yang-mengalah/</link>
		<comments>http://ukimedia.wordpress.com/2008/07/01/mengapa-slalu-aku-yang-mengalah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 14:44:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muliaok</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[akhwat]]></category>

		<category><![CDATA[aktivis]]></category>

		<category><![CDATA[dakwah]]></category>

		<category><![CDATA[ikhwan]]></category>

		<category><![CDATA[kampus]]></category>

		<category><![CDATA[ldk]]></category>

		<category><![CDATA[rohis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukimedia.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[narsis memang, tapi apa mau dikata. ketika dakwah butuh kedewasaan para pelakunya, maka sabar dan tawakal adalah solusinya. dan satu lagi,harus rajin mengalah(&#8230;.mengalah bukan berarti kalah lho..) ?mungkin ini dikaitkan dengan kondisi kita di jama&#8217;ah ini. Di saat adik-adik kita sekarang (yang imut-imut itu&#8230;) sedang dalam suasana yang &#8220;..high voltage..&#8221; saya kira butuh keteladanan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>narsis memang, tapi apa mau dikata. ketika dakwah butuh kedewasaan para pelakunya, maka sabar dan tawakal adalah solusinya. dan satu lagi,harus rajin mengalah(&#8230;.mengalah bukan berarti kalah lho..) ?mungkin ini dikaitkan dengan kondisi kita di jama&#8217;ah ini. Di saat adik-adik kita sekarang (yang imut-imut itu&#8230;) sedang dalam suasana yang &#8220;..high voltage..&#8221; saya kira butuh keteladanan dan kedewasaan dari para qiyadahnya!! jangan terus dihadapi dengan sikap yang sama. saya berprasangka baik kepada mereka bahwa mungkin mereka belum paham..jadi jangan terus di artikan mereka itu keras kepala, tapi tolong lebih di artikan bahwa mereka belum paham saja.(beres kan..gitu aja kok repot).Kepada qiyadah di masing-masing bidang untuk bisa lebih dewasa dan seharusnya antum lebih dewasa lagi GITU YA..!! saya yakin bahwa mereka besikap seperti itu karena sebelum menerima sesuatu,mereka harus yakin akan kebenarannya, jadi tugas kita untuk lebih BISA lagi dalam memahami para jundi kita. ada sebuah resep ketika seseorang ingin dikatakan telah dewasa yaitu &#8221; paksakan diri kita untuk bisa memahami orang lain, dan jangan paksakan orang lain untuk memahami kita&#8221;&#8230;.dan pada intinya kelemahan kita ketika menghadapi sebuah masalah lebih dikarenakan ilmu/pengetahuan kita yang masih terbatas..jadi ketika masalah datang kita mbelum memiliki referensi ilmu/pengetahuan yang banyak..akibatnya seringkali menghadapi masalah dengan emosi. jadi, mari kita menambah lagi ilmu/pengetahuan kita. sehingga setiap persoalan dan permasalahan yang kita hadapai insya allah BERES&#8230;.SIIIP!!</p>
<p>APA PELAJARAN YANG DAPAT KITA AMBIL&#8230;..? <span id="more-139"></span>yang bisa jawab minimal dapat nilai B.(he&#8230;he kaya kuliah aja ya???) insya allah karena mereka masih lugu, mereka masih meraba, masih gamang dengan kehidupan barunya(di JASHTIS).maka mereka butuh perhatian lebih,Kepada siapa ia diperhatiankan lebih dahulu maka kepada siapa itu pula ia mengikut. Arahkanlah mereka (yang jelas kepada kebaikan YA)&#8230;&#8230;niscaya suatu hari (jika Allah berkenan) ia akan menjadi generasi yang mengikuti kebaikan yang engkau tebarkan!</p>
<p>Dan untuk permasalahan yang kita hadapi saat ini anggaplah sebagai sebuah bumbu dalam aktivitas jama&#8217;i kita di JASHTIS! jangan anggap sebagai sebuah masalah besar..ENJOY AJA LAGI!</p>
<p>untuk terakhir kalinya, permasalahan dakwah sekarang ini semakin kompleks! umat masih membutuhkan kehadiran kita&#8230;</p>
<p>Jika dakwah adalah jalan yang panjang. Jangan pernah berhenti sebelum menemukan penghujungnya.<br />
Jika dakwah bebannya berat, jangan minta yang ringan. Tapi mintalah punggung yang kuat untuk menopangnya.<br />
Jika pendukungnya sedikit, Maka jadilah yang sedikit itu&#8221; (ngutip sedikit dari mas hasdi putra&#8230;)</p>
<p>SO THE FIGHT MUST GO ON&#8230;.ALLAHU AKBAR!!!</p>
<p>NB : yang kerasa, saya mohon maaf ya &#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ukimedia.wordpress.com/139/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ukimedia.wordpress.com/139/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukimedia.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukimedia.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukimedia.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukimedia.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukimedia.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukimedia.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukimedia.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukimedia.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukimedia.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukimedia.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukimedia.wordpress.com&blog=1144238&post=139&subd=ukimedia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukimedia.wordpress.com/2008/07/01/mengapa-slalu-aku-yang-mengalah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Open Rekrutment Panitia Ramadhan Di Kampus 1429H</title>
		<link>http://ukimedia.wordpress.com/2008/06/18/open-rekrutment-panitia-ramadhan-di-kampus-1429h/</link>
		<comments>http://ukimedia.wordpress.com/2008/06/18/open-rekrutment-panitia-ramadhan-di-kampus-1429h/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 06:14:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukimedia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agenda]]></category>

		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[amikom]]></category>

		<category><![CDATA[kampus]]></category>

		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<category><![CDATA[ramadhan di kampus]]></category>

		<category><![CDATA[rdk]]></category>

		<category><![CDATA[stmik amikom]]></category>

		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukimedia.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaykum Warahmatullaahi Wabarakatuh,
Jama&#8217;ah Shohwatul Islam STMIK AMIKOM Yogyakarta &#8220;membuka pintu&#8221; bagi teman-teman mahasiswa STMIK AMIKOM Yogyakarta untuk bergabung dalam kepanitiaan RAMADHAN DI KAMPUS (RDK) 1429H. Bagi teman-teman yang tertarik bisa download file pendaftaran ini, di isi kemudian dikirimkan ke email muliaok@gmail.com ato dikumpulkan di masjid STMIK AMIKOM Yogyakarta. Formulir bisa juga diambil di masjid STMIK [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalaamu&#8217;alaykum Warahmatullaahi Wabarakatuh,</p>
<p>Jama&#8217;ah Shohwatul Islam STMIK AMIKOM Yogyakarta &#8220;membuka pintu&#8221; bagi teman-teman mahasiswa STMIK AMIKOM Yogyakarta untuk bergabung dalam kepanitiaan RAMADHAN DI KAMPUS (RDK) 1429H. Bagi teman-teman yang tertarik<strong> <a title="download formulir panitia RDK" href="http://tempe.penyet.net/wp-content/uploads/2008/06/form-panitia-rdk.zip" target="_blank">bisa download file pendaftaran ini</a></strong>, di isi kemudian dikirimkan ke email muliaok@gmail.com ato dikumpulkan di masjid STMIK AMIKOM Yogyakarta. Formulir bisa juga diambil di masjid STMIK AMIKOM Yogyakarta di bawah kotak saran. Pendaftaran ditutup tanggal 30 Juni 2008.</p>
<p>Kemudian bagi yang tertarik menyalurkan sebagian dananya untuk kegiatan ini, terutama untuk bakti sosial di daerah Kulonprogo - yang berdasarkan informasi, kristenisasi cukup marak di daerah itu-, bisa menyalurkannya kepada kami.</p>
<p><strong>Contact Person:<br />
Ikhwan : Mulia Sulistiyono (081329079869)<br />
Akhwan: Sumarni (085292689919)</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ukimedia.wordpress.com/138/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ukimedia.wordpress.com/138/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukimedia.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukimedia.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukimedia.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukimedia.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukimedia.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukimedia.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukimedia.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukimedia.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukimedia.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukimedia.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukimedia.wordpress.com&blog=1144238&post=138&subd=ukimedia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukimedia.wordpress.com/2008/06/18/open-rekrutment-panitia-ramadhan-di-kampus-1429h/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/ukimedia-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ukimedia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>N D E S O</title>
		<link>http://ukimedia.wordpress.com/2008/06/05/n-d-e-s-o/</link>
		<comments>http://ukimedia.wordpress.com/2008/06/05/n-d-e-s-o/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 02:55:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>

		<category><![CDATA[aktivis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukimedia.wordpress.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya penyakit norak ini menjadi wabah yang sangat mengerikan di negeri ini dari atas sampai bawah :


Orang bisa antri raskin sambil pegang hp.
Pelajar bisa nunggak SPP sambil merokok.
Orang tua lupa siapkan SPP, karena terpakai untk beli TV dan kulkas.
Orang kampung mabuk, uangnya hasil patungan, sementara Orang bule mabuk kelebihan uang.
Lagi mabuk muntah keluar kangkung, genjer [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Akhirnya penyakit norak ini menjadi wabah yang sangat mengerikan di negeri ini dari atas sampai bawah :</p>
<ul>
<blockquote>
<li><span style="font-size:16px;color:orange;"><strong>Orang bisa antri raskin sambil pegang hp.</strong></span></li>
<li><span style="font-size:16px;color:orange;"><strong>Pelajar bisa nunggak SPP sambil merokok.</strong></span></li>
<li>Orang tua lupa siapkan SPP, karena terpakai untk beli TV dan kulkas.</li>
<li>Orang kampung mabuk, uangnya hasil patungan, sementara Orang bule mabuk kelebihan uang.</li>
<li>Lagi mabuk muntah keluar kangkung, genjer toge.</li>
<li><span style="font-size:16px;color:orange;"><strong>Pengemis bisa pake walkman atau MP3 sambil goyang kepala</strong></span></li>
<li>Para Pengungsi bisa berjoged dalam tendanya.</li>
<li>Orang mau membeli Gelar akademis di ruko-ruko tanpa kuliah.</li>
<li>Ijzah S3 luar negeri bisa di beli sebuah rumah petakan gang sempit di Cibubur</li>
<li>Kelihatannya orang sibuk ternyata masih intensive keluar masuk Mc Donald.</li>
<li>Kelihatannnya orang penting, ternyata sangat tahu detail dunia persepakbolaan. Jadi masih sempat ngurusin kulit bulat diisi angin</li>
<li>Kelihatan seperti aktivis tapi habis waktu untuk mencetin hp.</li>
<li><span style="font-size:16px;color:orange;"><strong>62 tahun merdeka, lomba-lombanya masih makan kerupuk saja.</strong></span></li>
<li>Agar rakyat tidak kelaparan maka para pejabatnya dansa dansi diacara tembang kenangan.</li>
<li><span style="font-size:16px;color:orange;"><strong>Ada 3000 Tim Nasyid yang terdaftar, tapi belum pernah dengar ada Tim Riset dan Penlitian dari aktivis.</strong></span></li>
<li>Agar kampanye menang harus berani sewa bokong-bokong bahenol ngebor.</li>
<li>Agar masyarakat cerdas maka sajikan lagu goyang dombret dan wakuncar.</li>
<li>Agar bisa disebut terbuka maka harus bisa buka-bukaan.</li>
<li>Agar kelihatan inklusif maka harus bisa menggandeng siapa saja, kalo perlu jin tomang bisa digandeng.</li>
</blockquote>
</ul>
<p>________________________________________________________________________________</p>
<p><strong>Oleh : Abdullah Muadz</strong></p>
<p>Deso (baca: ndeso) itulah sebutan untuk orang yang norak, kampungan, udik, shock culture, countrifield dan sejenisnya. Ketika mengalami atau merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan, maka ia merasa takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus menikmati dan tidak ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu. Kemudian ia menganggap hanya dia atau hanya segelintir orang yang baru merasakan dan mengalaminya.</p>
<p>Maka <span id="more-136"></span>ia mulai atraktif, memamerkan dan sekaligus mengajak orang lain untuk turut merasakan dan menikmatinya, dengan harapan orang yang diajak juga terkagum-kagum sama seperti dia. Lebih dari itu ia berharap agar orang lain juga mendukung terhadap langkah-langkah untuk menikmatinya terus-menerus.</p>
<p>Hal ini biasa, seperti saya juga sering mengalami hal demikian, tetapi kita terus berupaya untuk terus belajar dari sejarah, pengalaman orang lain, serta belajar bagaimana caranya tidak jadi orang norak, kampungan alias deso. Doktrin syumuliayah yang selama ini kita anut harus terus kita jadikan metode dalam memandang, menilai, serta memutuskan sesuatu persoalan, sehingga tidak seperti memakai kaca mata kuda, yang hanya mampu dilihat hanyalah yang ada dihadapannya.</p>
<p>Persoalanya ketika nilai-nilai matrialisme masuk ke Indonesia begitu deras, maka kenorak&#8217;annya pun ditandai dengan tekagum-kagumnya dengan materi, fasilitas sarana kehidupan, kendaraan, gedung, pakaian, assesoris dan sebagainya. Celakanya lagi hari ini symbol-simbol kemajuan materi ada di barat, maka orang-orang yang deso alias norak akan sangat bangga kalau sudah dekat dengan barat, bergaya barat, makan, minum, pakaian, pergaulan, cara pandang yang kebarat-baratan.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;hZd&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Kalau sifat deso ini melanda para da&#8217;I dan Aktivis, maka para Al-Mukarromuun itu dengan sangat mudah mencari segudang ayat dan hadits untuk dapat membenarkannya, jadilah da&#8217;I gaul, ustadz gaul, aktivis gaul yang dalam tanda petik. Sifat ngekor, ngikut, nunut, manut, ngintil, jiplak barat yang berasas matrialisme ini kemudian dikemas sedimikian rupa dengan hiasan ayat dan hadits, sehingga menjadi begitu memukau dan begitu indah didengarnya.</p>
<p>Sementara dibarat sendiri, sudah mulai banyak yang sadar bahwa mereka sedang terpuruk akibat nilai materialisme, sebagian mereka ada yang lari ke bandul kanan esktrim yaitu spiritual tanda petik, atau mereka mengembangkan faham humanis yang juga tanda petik. Sedikitnya bisa saya rasakan ketika menyaksikan sendiri kehidupan mereka.</p>
<p>Semua kampus di Jepang penuh dengan sepeda, tak terkecuali Dekan atau bahkan Rektorpun ada yang naik sepeda datang ke kampus. Sementara si Pemilik perusahaan Honda tinggal di sebuah apartemen yang sederhana.</p>
<p>Ketika beberapa pengusaha ingin memberi pinjaman kepada pemerintah Indonesia mereka menjemput pejabat Indonesia di Narita. Dari Tokyo naik kereta, sementara yang akan di jemput pejabat Indonesia naik mobil dinas Kedutaan yaitu mercy.</p>
<p>Ketika saya di Australia berkesempatan melihat sebuah acara ceremoni dari jarak yang sangat dekat, dihadiri oleh pejabat setingkat menteri, saya tertarik mengamati pada mobil yang mereka pakai, Merk Holden baru tipe yang paling murah untuk ukuran Australia.</p>
<p>Yang menarik para pengawalnya tidak terlihat karena tidak berbeda penampilannya dengan tamu-tamu , kalau tidak jeli mengamati gerak gerik mereka, kita tidak tahu mana pengawalnya.</p>
<p>Di Sidney saya berkenalan dengan seorang pelayan restoran Thailand. Dia seorang warga Negara Malaysia keturunan cina, sudah selesai S3, sekarang lagi mengikkuti program Post Doc, Dia anak serorang pengusaha yang kaya raya. Tidak mau menggunakan fasilitas orang tuanya malah jadi pelayan restoran. Dia juga sebenarnya dapat beasiswa dari perguruan tingginya. Ternyata orang yang model begini buaanyak di sana.</p>
<p>Satu bulan saya di Jepang tidak melihat orang pakai hp komunikator, mungkin kelemahan saya mengamati. Dan setelah saya baca Koran ternyata konsumen terbesar hp komunikator adalah Indonesia. Sempat berkenalan juga dengan seorang yang berada di stasiun kereta di Jepang, ternyata dia anak seorang pejabat tinggi Negara, juga naik kereta. Yang tak kalah serunya saya juga jadi pengamat berbagai jenis sepatu yang di pakai masyarakat jepang ternyata wah ini yang deso siapa yaa, karena ternyata sepatu saya lebih bagus dari rata-rata yang mereka pakai.</p>
<p>Sulit membedakan tingkat ekonomi seseorang di jepang atau di Australia, baik dari penampilannya, bajunya, kendaraannya, makanannya, hobinya atau rumahnya. Kita baru bisa menebak kekayaan seseorang kalau sudah tahu pekerjaan dan jabatanya di perusahaan.</p>
<p>Bisa jadi orang jepang akan pingsan kalo di ajak ke Pondok Indah melihat rumah segitu gede dan mewahnya. Rata-rata rumah di jepang memiliki tinggi plafon yang bisa dijambak dengan tangan hanya dengan melompat. Sehingga duduknyapun banyak yang lesehan.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;hZd&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Sampai akhir hayatnya Rasulullah SAW tidak membuat istana Negara dan Benteng Pertahanan ( khandaq hanyalah strategi sesaat, untuk perang ahzab saja ), padahal Rasulullah sudah sangat mengenal kemawahan istana raja-raja Negara sekelilingnya, karena Beliau punya pengalaman berdagang. Ternyata Beliau tidak menjadi silau terus ikut-ikutan latah ingin seperti orang-orang. Lalu dimana aktivitas kenegaraan dilakukan ?, mengingat beliau sebagai kepala Negara. Jawabannya ya dimasjid.</p>
<p>Beliau punya banyak jalan yang legal untuk bisa membangun istana. Waktu di mekkah nikah dengan janda kaya, di Madinah jadi kepala Negara, punya hak prerogative dalam mengatur harta rampasan perang, dan ada jatah dari Allah untuk depergunakan sekehendak beliau, belum lagi hadiah dari raja-raja. Tetapi mengapa beliau sering kelaparan, ganjal perut dengan batu, puasa sunnah niatnya siang hari, shalat sambil duduk menahan perih perut dan seterusnya.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;hZd&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Ketika indonesia sedang terpuruk, Hutang lagi numpuk, rakyat banyak yang mulai ngamuk, Negara sedang kere, banyak yang antri beras, minyak tanah, minyak goreng dll, Maka harga diri kita tidak bisa diangkat dengan medali emas turnamen olah raga, atau sewa pemain asing, banyak ceremonial yang gonta-ganti baju seragam, baju dinas, merek mobil, proyek mercusuar, gedung tinggi, lapangan golf, ITC, MALL, TOS, Bar, Discotik Assesoris lux dan super mewah, Villa, Real Estate, dll, dsb, dst.</p>
<p>Di Pancoran mas Depok ada sekeluarga meninggal dunia karena makan ubi gadung, di Citayam ada kebun singkong tiap malam hilang pohon hanya satu batang yang dicabut, setelah diketahui ternyata tetangganya sendiri yang mencuri, diduga kuat hanya untuk makan keluarga, di Jakarta Utara ada sekeluarga meninggal setelah makan ikan hasil pancingan sang ayah, sekarang orang yang makan nasi aking sudah dianggap biasa, apalagi ketemu tiwul dan gaplek alhamdulillah, belum lagi cerita mereka yang masih tinggal di daerah pengungsian, sederet kepiluan yang bisa memakan lembaran kertas, lebih panjang lagi bisa diceritakan.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;hZd&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Sekali lagi bangsa ini tidak bisa diangkat harga dirinya hanya dengan symbol-simbol kemewahan, bangunan mercusuar, seremonial basa-basi, serta berbagai aktivitas pemborosan. Rakyat tidak akan kenyang dengan tumpukan medali hasil perolehan berbagai turnamen, yang kenyang hanya pengurus olah raganya saja. Siapakah yang bisa menikmati kalimat sakti &#8220;Keterbukaan&#8221; ???, Sementara sekian banyak aktivis masih &#8220;tertutup&#8221; kesempatannya untuk menyekolahkan anakknya di Sekolah Islam Terpadu, karena miskin. Sekian banyak kata tertutup bisa kita daftar untuk si Grass root dan wong cilik.</p>
<p>Bangsa ini akan naik harga dirinya kalau hutang sudah lunas, kelaparan tidak ada lagi, tidak ada pengamen dan pengemis, tidak ada lagi wanita tidak solat (WTS) , angka criminal rendah, korupsi berkurang, punya posisi tawar terhadap kekuatan global.</p>
<p>Maka tidak mungkin kerisis bangsa bisa diselesaikan jika kita masih deso, kata &#8220;krisis&#8221; diucapkan ribuan kali, bak orang awam lagi berzikir, sementara kata itu tidak dijadikan sebagai paradigma dalam menyusun APBD dan APBN. Nah karena yang menyusun orang-orang norak, maka asumsi dan paradigma yang dipakai dalam menusun APBD dan APBN adalah paradigma negara normal atau bahkan mengikuti negara maju.</p>
<p>Bayangkan ada daerah yang menganggarkan Sepak Bola sebaesar 17 Milyar sementara anggaran kesranya cuma 100 juta, wiiieh!.. Masih ingat sejarah jas bupati 600 juta dan perawatan mobil dinas 2 milyar..? Aneh tapi nyata itulah Indonesia</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;hZd&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Penyelewengan dalam hal keuangan Pak Harto dimulai ketika setelah 18 tahun jadi penguasa. Sebelumnya masih dianggap bersih. Sekarang kalau ada seorang pejabat Negara baru 3 tahun menjabat sudah bisa mengoleksi mobil mewah, rumah mewah, assesoris mewah, bisa dipastikan kalau dia menjabat sampai 32 tahun, maka jauh akan melebihi rekor Pak Harto.</p>
<p>Bisa dibayangkan kalo semua orang berfikir ingin punya pesawat pribadi, sehingga tidak berfikir lagi bagaimana transportasi publik terjangkau seluruh masyarakat. Kalau semua orang berfikir harus punya pesantren sendiri sehingga tidak ada lagi yang berfikir bagaimana caranya pendidikan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Semua orang berfikir punya ini dan itu pribadi sehingga tidak bisa berfikir bagaimana caranya ini dan itu bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Bisa saya pastikan akan hancur sehancurnya Negara ini. Sadarkah bahwa itu adalah pikiran Kapitalisme???</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;hZd&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Akhirnya penyakit norak ini menjadi wabah yang sangat mengerikan di negeri ini dari atas sampai bawah :<br />
Orang bisa antri raskin sambil pegang hp.<br />
Pelajar bisa nunggak SPP sambil merokok.<br />
Orang tua lupa siapkan SPP, karena terpakai untk beli TV dan kulkas.<br />
Orang kampung mabuk, uangnya hasil patungan, sementara Orang bule mabuk kelebihan uang.<br />
Lagi mabuk muntah keluar kangkung, genjer toge.<br />
Pengemis bisa pake walkman atau MP3 sambil goyang kepala<br />
Para Pengungsi bisa berjoged dalam tendanya.<br />
Orang mau membeli Gelar akademis di ruko-ruko tanpa kuliah.<br />
Ijzah S3 luar negeri bisa di beli sebuah rumah petakan gang sempit di Cibubur<br />
Kelihatannya orang sibuk ternyata masih intensive keluar masuk Mc Donald.<br />
Kelihatannnya orang penting, ternyata sangat tahu detail dunia persepakbolaan Jadi masih sempat ngurusin kulit bulat diisi angin<br />
Kelihatan seperti aktivis tapi habis waktu untuk mencetin hp.<br />
62 tahun merdeka, lomba-lombanya masih makan kerupuk saja.<br />
Agar rakyat tidak kelaparan maka para pejabatnya dansa dansi diacara tembang kenangan.<br />
Ada 3000 Tim Nasyid yang terdaftar, tapi belum pernah dengar ada Tim Riset dan Penlitian dari aktivis.<br />
Agar kampanye menang harus berani sewa bokong-bokong bahenol ngebor.<br />
Agar masyarakat cerdas maka sajikan lagu goyang dombret dan wakuncar.<br />
Agar bisa disebut terbuka maka harus bisa buka-bukaan.<br />
Agar kelihatan inklusif maka harus bisa menggandeng siapa saja, kalo perlu jin tomang bisa digandeng.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;hZd&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Tinggal cari dalil &#8220;Khootibun Naas &#8216;alaa qudri &#8216;Uqulihim&#8221;, maka kita bisa ikuti trend apa saja yang ada di masyarakat. Apalagi kalo dipakai dalil &#8220;Al-harbul Khud&#8217;ah&#8221; maka sudah tidak diperlukan lagi halal dan haram.</p>
<p>Yang lebih mengerikan adalah supaya kita tidak terlihat kere, maka harus bisa tampil keren. Makin kiamatlah kalo si kere tidak tahu dirinya kere.</p>
<p>Ada jurus sakti yang biasanya dipakai untuk meredam berbagai gejolak. Yaitu sebuah kalimat &#8220;Inikan sudah keputusan Syuro!&#8221; Entah sudah berapakali jurus itu digunakan. Dan hasilnya memang cukup efektif, alhamdulillah kita menjadi tenang lagi. Toh kalau ijtihadnya keliru masih dapat satu pahala. Tulisan ini bukan untuk menimbang dan menilai benar tidaknya sebuah hasil ijtihad, tentu sangat tidak levelnya saya seorang diri yang awam dibanding para masyaikh yang jumlahnya banyak.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;hZd&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Sekedar menuntut kejujuran sebuah kata yang terlanjur digulirkan yaitu: &#8220;Keterbukaan&#8221;. Sebuah kata yang sangat indah menjadi dagangan politik, walaupun belum tentu laris seperti yang pernah di perdagangkan oleh Amin Rais, yang ternyata kurang laris.</p>
<p>Betulkah kita sudah siap &#8220;terbuka&#8221; ?. Betulkah kata itu serius kita ucapakan..? bukan basa basi..? atau trik-trik politik..? Apakah kata &#8220;Terbuka&#8221; memang sebagaimana arti bahasa Indonesia..? bukan mengandung konotasi tertentu seperti menjaring non muslim..? Keseringan prinsip &#8220;Khud&#8217;ah&#8221; digunakan dikhawatirkan menjadi habit yang juga bisa menipu kadernya sendiri. Nauzubillah..!</p>
<p>Kita masih punya secercah harapan jika keterbukaan yang dimkasud menurut bahasa Indonesia, bukan konotasi lain. Terbayang oleh saya nantinya kita akan semakin erat dalam berukhuwwah, karena diantara kuncinya adalah saling mengenal dan memahami, itu bisa terjadi kalo ada &#8220;keterbukaan&#8221; baik dari atas kebawah maupun sebaliknya, sehingga tidak ada lagi dusta diantara kita.</p>
<p>Diantara keterbukaan itu adalah pengelolaan keuangan, baik sumber pemasukannya maupun penggunaannya. Sekedar ingin mengetahui landasan syar&#8217;I terutama dalam penggunaannya dan prosentasi pembagian kebawah seperti Rasulullaah mengutus Muadz bin Jabal ke Yaman.</p>
<p>Kalau yang selalu jadi alasan kebutuhan diatas sangat banyak dan tidak mencukupi dari pemasukan yang ada, maka itu bukan alasan syar&#8217;I, tapi programnya yang tidak disesuaikan dengan kadar kemampuan. Di semua lini sampai ke bawah pun punya alasan yang sama nantinya.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;hZd&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Kalau alasanya diatas lebih penting dari yang dibawahya okelah kita terima, tapi yang dibawah jangan dijadikan ujung tombak lagi, dimana-mana yang namanya ujung tombah lebih besar dari batangnya, agar ketika dilempar meluncurnya lurus tepat sasaran, tidak melayang. Sangat aneh kalau ujung tombaknya kurus kerempeng tidak punya dana untuk rekruitmen. Akhirnya pada melayang dan sempoyongan.</p>
<p>Keterbukaan berikutnya adalah akses buat grass root dan wong cilik terutama kader kita sendiri untuk bisa turut mencicipi berbagai fasilitas yang sudah kita miliki, Seperti sekolah terpadu, lembaga keuangan, fasilitas diklat, mobil, villa dan sebagainya, sekali lagi sekedar bisa mencicipi.</p>
<p>Ironis sekaligus miris kalau sekolah-sekolah terpadu masih &#8220;tertutup&#8221; buat kader-kader Dhu&#8217;afa. Menyedihkan kalau ada panitia pelatihan kesulitan cari mobil karena kekurangan dana, sementara banyak mobil parkir seharian di SDIT, SMPIT dan IT-IT yang lain, sementara sang sopir main catur atau karambol sambil menunggu anak boss pulang sekolah.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;hZd&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Perlu dikasihani juga kalau ada pelatihan disebuah villa sederhana dg jumlah pesarta 150 orang, Cuma ada dua Kamar Mandi, karena tidak cukup dana untuk sewa yang lebih dari itu. Jangankan mandi buang air saja ada yang ditahan, atau pagi-pagi pergi kesungai. Sementara mereka melihat dengan google nun jauh disana, hotel tempat Al-Mukarromuun sedang bermusyawarah. Pikiran saya menerawang seandainya biayanya untuk beli cendol maka cukup untuk menutup danau toba, atau membeli kerupuk maka monas keurug habis. (maaf ini bukan mendramatisir), sampai dengan tulisan ini dibuat masih ada pelatihan-pelatihan yang sarananya sangat minim.</p>
<p>Keterbukaan berikutnya adalah akses informasi sumber dana bagi kader-kader barisan terdepan yang sering jungkir balik menyelenggarakan berbagai jenis pelatihan untuk rekruitmen terutama dilapisan bawah, baik itu remaja masjid, rohis sekolah dan kampus, dan lain-lain. Ada komentar yang sangat membuat dada sesak ketika saya coba perbincangkan tentang keadaan ini kepada salah seorang teman, dengan ringan teman saya menjawab &#8220;salahnya panitia tidak kreatif mencari dana&#8221; , tanpa bertanya lebih dahulu sudah sejauh mana usaha panitia.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;hZd&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Aneh kalau kita bisa keluarkan uang untuk sepanduk, baliho, stiker dan sejenisnya dengan jumlah yang aduhai sementara untuk membeli nasi bungkus ala warteg untuk peserta pelatihan panitia harus jungkir balik mencarinya. Ada keluarga yang begitu mudah dan seringnya keluar masuk supermarket, Mall, ITC hotel berbintang, sementara di pihak lain ada anak-anak aktivis yang kurang mampu tidak bisa masuk sekolah-sekolah terpadu bersama anak aktivis lainnya.</p>
<p>Berlebihankah saya dalam mengungkapkan ..? bagi yang jarang naik angkot dan kereta jabodetabek, sementara pemantauan hanya berasal dari kertas-kertas laporan yang suasananya dibuat persaingan menjadi yang terbaik, kunjungan-kunjungannyapun dengan protokoler, membuat panitia ingin berpenampilan keren, Maka boleh jadi menganggap ungkapan saya berlebihan. Tapi bagi yang sama sama mau turun dari menara gading ke bawah, mau bergaul tanpa protokoler, boleh jadi ini hanya bagian kecil kepiluan yang baru dapat saya rekam.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;hZd&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Kita sudah terlatih menjaga kebersihan hati dari sifat hasad, apalagi ketika melihat saudara kita punya fasilitas yang lebih, Alhamdulillah mudah-mudah kita turut menikmatinya. Kitapun percaya dengan taqdir bahwa Allah yang menetapkan rizki kepada seseorang berbeda-beda. Kita pun sudah terlatih untuk berqona&#8217;ah, menikmati apa yang sudah Allah SWT berikan kepada kita. Kalau ada saya yakin itu hanya kasus, tidak mungkin hanya karena itu membuat kita jadi gonjang-ganjing.</p>
<p>Telah terjadi kesenjangan yang sangat mencolok, antara kehidupan beberapa saudara kita dengan program dan aktivitas yang menjadi prioritas dan ungulan kita sendiri, bahkan kita sebut sebagai ruuh jama&#8217;ah ini, terutama aktifitas rekruitmen dilapisan paling bawah.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;hZd&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Yang kita persoalkan adalah berbagai jargon yang sering kita kumandangkan yaitu kata &#8220;Tarbiyah&#8221; dan &#8220;Dakwah&#8221;, bahkan ini menjadi amanah munas nomor satu. Betulkah ini sudah menjadi kebijakan yang sistemik dan Integral sampai kebawah berikut dukungan kebijakan infra dan supra struktur sampai pada kebijakan anggaran dan pendanaannya..?</p>
<p>Mari terbuka, lihat apa yang terjadi di kampus turun kebawah, lihat langsung, jangan pake protokoler, cari data second opinion..lihat pula aktivitas tarbiyah di lapisan bawah lainnya. Kalau masih tidak percaya maka saya serahkan sepenuh kepada Allah SWT.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;hZd&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Ya Allah hanya kepadamu saya mengadu dan saya meminta. Berilah petunjuk kepada kami agar kami mampu melihat apa yang sesungguhnya sedang terjadi dihadapan kami.</p>
<p>Ya Allah berikan kami kemudahan untuk membaca realitas yang sesungguhnya dalam problem da&#8217;wah kami, sehingga kami bisa mengambil keputusan yang sebijak-bijaknya.</p>
<p>Ya Allah Hancurkan dan singkirkan dari hadapan kami teori Karl Marx yang berpendapat bahwa &#8220;Agama adalah alat ekspoitasi dan penindasan, sementara tokoh agamanya adalah sebagai penghisap&#8221;. Jauhkan teori itu dari aktivitas kami ya Allah.., sehingga da&#8217;wah kami menjadi Rahmatan lil &#8216;Alamin, bisa menyentuh dan menyantuni semua lapisan masyarakat.</p>
<p>Ya Allah lembutkan hati kami, sehingga kami punya rasa sensitivitas terhadap berbagai gejala dan gejolak yang ada dihadapan kami, serta kami ingin punya kepekaan yang tinggi terhadap berbagai persoalan yang menimpa saudara-saudara kami.</p>
<p>Ya Allah berikan kekuatan kepada kami untuk dapat berbicara kepada siapapun yang kami hadapi tanpa rasa takut dan sungkan, hiasi pula kami dengan akhlaq yang baik sehingga kami tahu cara dan jalan yang beradab, serta saluran yang benar ketika kami ingin berbicara memberikan masukan dan saran.</p>
<p>Ya.. Allaah tundukan serta jinakkan hati kami, perbaiki silaturahiim diantara kami, tunjukan kami jalan-jalan keselamatan, selamatkan kami dari tempat yang gelap ketempat yang penuh cahaya, singkirkan kami dari perbutan yang keji baik yang tampak atau yang tidak tampak.</p>
<p>Ya.. Allah berikan kepada kami keterampilan dalam melangkah, kecantikan dalam mengatur strategi, kejujuran dalam bersiasat, jauhkan kami dari trik-trik yang menimbulkan intrik, kasak-kasuk yang membuat busuk, lobi-lobi yang menjual harga diri kepada orang-orang yang Phoby, rekayasa yang membuat gelisah.</p>
<p>Ya.. Allah Engkau Maha mengetahui apa yang dalam hati kami. Oleh karena itu ya Allah.. Luruskanlah orientasi hidup kami semata-mata ingin mencari RidhoMu. Bersihkan perjuangan kami ya Allah dari berbagai kotoran yang menjermuskan kami, berikan kekuatan kepada kami untuk tetap Istiqomah dalam menapaki jalan da&#8217;wah ini. Amiien ya Robbal &#8216;Alamien.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;hZd&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><em>Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. 3:185)</em></p>
<p><em>Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. (QS. 2:204)</em></p>
<p><em>Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan sendau gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidaklah kamu memahaminya! (QS. 6:32)</em></p>
<p><em>Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman di bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berfikir. (QS. 10:24)</em></p>
<p>sumber: email</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ukimedia.wordpress.com/136/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ukimedia.wordpress.com/136/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukimedia.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukimedia.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukimedia.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukimedia.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukimedia.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukimedia.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukimedia.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukimedia.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukimedia.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukimedia.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukimedia.wordpress.com&blog=1144238&post=136&subd=ukimedia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukimedia.wordpress.com/2008/06/05/n-d-e-s-o/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/alikhwan-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">heri setiawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;PAMOR&#8221; Dalam Organisasi&#8230; Perlukah&#8230;?</title>
		<link>http://ukimedia.wordpress.com/2008/05/30/pamor-dalam-organisasi-perlukah/</link>
		<comments>http://ukimedia.wordpress.com/2008/05/30/pamor-dalam-organisasi-perlukah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 10:27:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukimedia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>

		<category><![CDATA[ikhwan]]></category>

		<category><![CDATA[akhwat]]></category>

		<category><![CDATA[aktifis]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<category><![CDATA[kampus]]></category>

		<category><![CDATA[amikom]]></category>

		<category><![CDATA[sakwah]]></category>

		<category><![CDATA[prestasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukimedia.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Rasulullaah dan Shahabat memperoleh kemenangan gemilang pada perang Badar, pamor kaum muslimin pada waktu itu naik drastis di kalangan bangsa Arab. Bagaimana tidak..? Kaum terusir dari kampung halaman yang hanya berjumlahkan 313 orang bisa mengalahkan pasukan berjumlah 1000 orang atau hampir tiga kali lipat. Sungguh prestasi yang sangat besar&#8230;
Ketika Kaum Muslimin mengalami kekalahan pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ketika Rasulullaah dan Shahabat memperoleh kemenangan gemilang pada perang Badar, pamor kaum muslimin pada waktu itu naik drastis di kalangan bangsa Arab. Bagaimana tidak..? Kaum terusir dari kampung halaman yang hanya berjumlahkan 313 orang bisa mengalahkan pasukan berjumlah 1000 orang atau hampir tiga kali lipat. Sungguh prestasi yang sangat besar&#8230;</p>
<p>Ketika Kaum Muslimin mengalami kekalahan pada perang Uhud, pamor kaum Muslimin waktu itu menurun. Kaum Yahudi dan munafiq menertawakan kaum muslimin dan kaum Quraisy di Makkah pun semakin berani menghadapi kaum muslimin. Meskipun posisi kaum muslimin masih di atas, namun dengan kekalahan dalam perang Uhud, tentu akan ada kemungkinan kabilah-kabilah Arab yang lain untuk ikut menentang kaum muslimin.</p>
<p>Paska perang Uhud, Rasulullah membentuk satuan-satuan perang dan melakukan cukup banyak ekspedisi ke kabilah-kabilah yang memusuhi kaum muslimin. Ekspedisi-ekspedisi yang dilakukan tersebut berhasil, sehingga semakin memperkuat posisi kaum muslimin di negeri Madinah.<br />
<span id="more-135"></span><br />
Mungkin sepenggal shirah diatas hanya sebagian kecil dari banyak kisah yang menyiratkan bagaimana pentingnya sebuah &#8220;pamor&#8221;, posisi ataupun kedudukan sebuah komunitas. Begitu pulan dalam sebuah organisasi&#8230; organisasi tanpa prestasi sepertinya menjadi sesuatu yang kosong, memang organisasi yang kuat itu akan tetap berjalan tetapi tanpa prestasi, orang sekitar akan kurang &#8220;simpati&#8221; dengan organisasi itu.</p>
<p>Maka sudah selayaknya dalam sebuah organisasi itu terdapat segelintir orang yang mendalami suatu ilmu sesuai kemampuan yang dimilikinya. Misalkan Unit Kerohanian Islam di Amikom, seharusnya ada beberapa dari pengurus yang menguasai salah satu ilmu tentang Informatika yang bisa membuat prestasi dengan kemampuan yang dimilikinya. Kemudian tunjukkan kepada mahasiswa yang lain maupun kepada dosen-dosen kalau pengurus Lembaga Dakwah Kampus tidak cuma bisa mengaji&#8230; Aktivis seharusnya juga punya prestasi akademis sehingga mahasiswa dan dosen pun akan semakin simpati kepada organisasi yang diikutinya&#8230;.</p>
<p>Bagi aktivis yang sudah mempunyai &#8220;nama&#8221; di Akademik, tunjukkan identitas kalian sebagai aktifis dakwah kampus&#8230; bisa dengan cara memakai jaket organisasi, pin atau pasang stiker identitas mungkin&#8230;</p>
<p>Kalau om Dedi Mizwar bilang&#8230;</p>
<blockquote><p><strong>Bangkit itu mencuri, mencuri perhatian dengan prestasi&#8230;.<br />
Bangkit itu malu, malu menjadi benalu, bisanya minta melulu&#8230;</strong></p></blockquote>
<p>Mungkin bisa dipertimbangkan juga untuk mencoba mandiri, tidak selalu mengharapkan uluran tangan dari kampus&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ukimedia.wordpress.com/135/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ukimedia.wordpress.com/135/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukimedia.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukimedia.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukimedia.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukimedia.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukimedia.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukimedia.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukimedia.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukimedia.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukimedia.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukimedia.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukimedia.wordpress.com&blog=1144238&post=135&subd=ukimedia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukimedia.wordpress.com/2008/05/30/pamor-dalam-organisasi-perlukah/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/ukimedia-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ukimedia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ternyata&#8230;&#8230; “ UKI JASHTIS ” bisa juga</title>
		<link>http://ukimedia.wordpress.com/2008/05/13/ternyata-%e2%80%9c-uki-jashtis-%e2%80%9d-bisa-juga/</link>
		<comments>http://ukimedia.wordpress.com/2008/05/13/ternyata-%e2%80%9c-uki-jashtis-%e2%80%9d-bisa-juga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 23:06:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukimedia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[bola]]></category>

		<category><![CDATA[futsal]]></category>

		<category><![CDATA[UIN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukimedia.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Melihat judul tersebut mungkin anda akan bertanya-tanya. Ada apa dengan UKI “JASHTIS”?. Mau tahu beritanya. Ini lho beritanya
Islam tidak hanya mengajarkan tentang  hal-hal yang berbau Akhirat, tapi Islam juga mengajarkan kepada umatnya untuk selalu semangat dalam menjalani kehidupan dunia. Di dalam Islam ada konsep Tawazun atau keseimbanga.n. dimana dalam menjalani hidup di dunia ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Melihat judul tersebut mungkin anda akan bertanya-tanya. Ada apa dengan UKI “JASHTIS”?. Mau tahu beritanya. Ini lho beritanya</p>
<p>Islam tidak hanya mengajarkan tentang  hal-hal yang berbau Akhirat, tapi Islam juga mengajarkan kepada umatnya untuk selalu semangat dalam menjalani kehidupan dunia. Di dalam Islam ada konsep Tawazun atau keseimbanga.n. dimana dalam menjalani hidup di dunia ini harus seimbang antara dunia   dan akhiratnya.   </p>
<p>Dalam mengaplikasikan konsep  Tawazun tersebut“ UKI JASHTIS ” kemarin hari senin 11 Mei 2008 di undang untuk menghadiri kejuaraan FUTSAL antar LDK [ Lembaga Dakwah Kampus ] yang diadakan oleh Lembaga Dakwah Masjid UIN Sunan Kalijaga. Dimana dalam laga perdana yaitu menjamu UGM, team FUTSAL  “ UKI JASHTIS ” dapat memenangkan pertandingan dengan skor 3-1. Pertandingan tersebut dimulai pada pukul 09.00. Walaupun kejuaraan berlangsung pada saat sinar matahari sedang memancar , akan tetapi semangat kedua team tetap menggebu-gebu.</p>
<p>Karena memenangkan laga perdana maka team  FUTSAL “ UKI JASHTIS ” secara  otomatis masuk ke babak  selanjutnya yaitu babak final.Maka untuk itu dukunglah team  FUTSAL “ UKI JASHTIS ” dengan dukungan moril dab spiritual agar menjadi Winner&#8230;&#8230;by <a href="http://jashtis.org">jashtis.org</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ukimedia.wordpress.com/132/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ukimedia.wordpress.com/132/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukimedia.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukimedia.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukimedia.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukimedia.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukimedia.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukimedia.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukimedia.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukimedia.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukimedia.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukimedia.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukimedia.wordpress.com&blog=1144238&post=132&subd=ukimedia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukimedia.wordpress.com/2008/05/13/ternyata-%e2%80%9c-uki-jashtis-%e2%80%9d-bisa-juga/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/ukimedia-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ukimedia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inilah Jalanku&#8230;&#8230;..</title>
		<link>http://ukimedia.wordpress.com/2008/05/09/inilah-jalanku/</link>
		<comments>http://ukimedia.wordpress.com/2008/05/09/inilah-jalanku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 02:41:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muliaok</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>

		<category><![CDATA[aktifis]]></category>

		<category><![CDATA[dakwah]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<category><![CDATA[kampus]]></category>

		<category><![CDATA[rohis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukimedia.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Kubiarkan berbagai komentar itu menghantui hari-hariku, memenuhi relung jiwa nan kian mendesah payah karena rasa psrah atas kehendak yang Maha perkasa.
Mengiring langkah penuh pasti menggapai keingingan dan keyakinan yang kian membumbung.
”Antum tu kebanyakan yang diemban, coba konsen pada kepentingan sendiri&#8230;”
Terus dan terus kubiarkan masukan itu masuk ke telinga memenuhi gendang telinga dan diolah oleh tulang-tulang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kubiarkan berbagai komentar itu menghantui hari-hariku, memenuhi relung jiwa nan kian mendesah payah karena rasa psrah atas kehendak yang Maha perkasa.</p>
<p>Mengiring langkah penuh pasti menggapai keingingan dan keyakinan yang kian membumbung.</p>
<p>”Antum tu kebanyakan yang diemban, coba konsen pada kepentingan sendiri&#8230;”</p>
<p>Terus dan terus kubiarkan masukan itu masuk ke telinga memenuhi gendang telinga dan diolah oleh tulang-tulang pendengaranku, namun tak sekalipun kuijinkan ia menembus otak melampaui hati untuk menjadi sebuah ungkapan kekecewaan. Sama sekali aku tak perkenankan.</p>
<p>Inilah jalanku&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Aku sedemikian bahagia melaluinya, menjalani hari demi hari dengan kelelahan yang kian bertambah. Tapi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;justru dengan kelelahan itulah semangatku masih tetap ada. Dengan jalan ini pula aku memiliki harapan yang banyak demi masa depanku, demi sebuah keyakinan akan pertolongan Allah dan demi sebuah imbalan luar biasa untuk bisa berkumpul dengan para syuhada. Sungguh, ini belum apa-apa dan belum seberapa dibandingkan apa yang telah dilakukan dan diberikan para sahabat kepada dan untuk islam. <span id="more-131"></span>Apa yang aku pilih untuk aku tunaikan sebagai kewajibanku bukanlah suatu karya besar jika dibandingkan karya-karya para sahabat yang dijamin syurga untuknya tersebut.</p>
<p>Inilah jalanku&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Yang kuharap mampu mengantarkan langkah kakiku menuju singgasana keridhoanNYA, menatap wajahNYA tanpa hijab. Supaya diberiNYA aku kesempatan berkumpul dan bersilaturahim bersama sahabat, syuhada para anbiya dan kekasih-kekasihNYA tercinta. Sebagian di antara mereka berucap ”Apa dengan mengorbankan study sebegitunya? Menghabiskan waktu untuk amanah dakwah yang tak kunjung mereda? Sampai kapan akan begitu terus?” kata mereka. Bagaimanapun juga aku menghargai kepedulian mereka kepadaku dengan mengingatkan aku, tapi inilah jalanku&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..jalan dakwah yang kupilih untuk mendampingi perjalanan hidupku yang tidak jauh lebih berharga dibanding hari sesudah kematianku.</p>
<p>Pada dasarnya banyak pilihan bagiku&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Bila aku mau, aku bisa memilih untuk meninggalkan sama sekali amanahku di luar yang tidak hanya satu untuk hanya menekuni kuliahku. Bisa saja aku menghabiskan waktuku 24 jam di perpustakaan untuk menelan sekian banyak buku  menjadi bagian dari kesuksesan studyku, menjadi seorang yang berkutat dengan program-program komputer. Tak sulit bila aku ingin memilih undur diri dari wajihah ini dan itu untuk berkonsentrasi penuh dengan studyku. Sungguh, itu adalah satu pilihan yang ada di depan mataku.</p>
<p>Namun aku meyakini&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Bahwa ketika Allah memberikanku nilai D yang artinya tidak lulus maka Allah sedang mengujiku karena aku dianggap mampu menghadapi ujian itu. Pun ketika Allah menjadikan satu dari sekian banyak mata kuliahku bernilai E dan lantaran itu aku menjadi harus memperpanjang masa kuliahku satu tahun lagi, maka aku tancapkan dalam hatiku bahwa itu semata-mata bukan karena amanahku di dalam dakwah, tapi hanya karena IA ingin menguji aku dan dianggap aku mampu. ”Bisa jadi antum disuruh Allah menuntaskan amanah yang belum kelar” begitu ungkap satu orang ikhwah dekatku.</p>
<p>Aku menghargai mereka&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Yang memilih menghilang dari peredaran dakwah lantaran kesibukannya di dakwah semester lalu telah menyita waktunya sehingga tidak sempat belajar lagi (versi dia). Dengan hanya berkonsentrasi belajar ia berharap bisa lulus segera dan ”NANTILAH” bila sudah lulus saya akan berkontribusi di dakwah. Yah&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.itu adalah pilihannya dan aku menghargainya, tapi tidak begitu dengan aku. Karena aku berfikir bisa jadi usiaku tidak menyampaikanku pada kesuksesan cita yang kuinginkan, lantas dengan alasan apa aku menunda kontribusiku demi menunggu waktu aku menggapai cita-cita studyku? Sungguh tak ada alasan bagiku.</p>
<p>”Jangan menjadi lilin? Apa dengan mengorbankan kepentingan sendiri begitu?”</p>
<p>Aku berpikir memang dengan ungkapan itu, jangan-jangan aku memang telah menjadi lilin yang berusaha menerangi orang lain tapi aku leleh perlaham. Tapi, kembali kesadaranku berbicara bahwa ungkapan itu jangan-jangan juga hanya sebagai alasan keMANJAanku saja. Bukankah Abu Bakar menyumbangkan seluruh hartanya untuk jihad dan hanya meninggalkan Allah dan RasulNYA untuk keluarhanya? Apakah itu kita bilang sebagai mengorbankan kepentingan sendiri? Apakah Abu Bakar kita sebut sebagai lilin?? Tidak bukan????Sedemikian besar yang para sahabat korbankan dan tak satupun yang ditegur rasul lantaran alasan ”Kamu jangan mengorbankan dirimu” tidak&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;sama sekali tidak. Nah&#8230;..kita?? sedikit-sedikit kita bilang, ”jangan terlalu berkorban sebegitunya”&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;kok bisa gitu lho!!! Aku merasa malu sendiri dengan ungkapan itu. Sebuah upaya mencari pembenaran agar bisa bermanja dan tidak terlalu banyak berkorban. Naudzubillah!!! (Afwan ini pandangan subyektif saya)</p>
<p>Inilah jalan yang kupilih&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Dengan jalan ini pula semangat di otakku masih bisa disetting untuk terus bersemangat. Dengannya pula kakiku mampu melangkah ke tempat-tempat yang secara logika aku enggan menggapainya lantaran jauh dan susah. Dengan jalan ini pula aku mampu bergaul dan tersenyum kepada banyak orang karena mengharap mereka menjadi bagian dari penghuni syurga. Dengan jalan ini pula aku mampu memberikan banyak penjelasan ketika orang tuaku memaksakan sesuatu. Sungguh&#8230;..di jalan ini pula aku banyak belajar menjadi seorang yang tangguh, tsabat serta sabar menghadapi berbagai karakter yang secara nalar aku sudah tak bisa menghadapinya.</p>
<p>Inilah jalanku&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Dan tak kan kubiarkan siapapun mengecoh langkahku dari jalan ini.</p>
<p>TULISAN INI SAYA DAPATKAN DARI BINCANG_BINCANG SAYA DENGAN SEORANG AKTIVIS. DENGAN MENULISKANNYA SAYA BRHARAP MEMILIKI KEYAKINAN SEBAGAIMANA YANG IA UNGKAPKAN (Seperti yang saya tuliskan; keyakinan tentang jalan yang ia pilih)</p>
<p>source : kammi.or.id dengan beberapa perubahan pada redaksi</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ukimedia.wordpress.com/131/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ukimedia.wordpress.com/131/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukimedia.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukimedia.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukimedia.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukimedia.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukimedia.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukimedia.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukimedia.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukimedia.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukimedia.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukimedia.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukimedia.wordpress.com&blog=1144238&post=131&subd=ukimedia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukimedia.wordpress.com/2008/05/09/inilah-jalanku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>DI MANA KOMITMENMU!!!</title>
		<link>http://ukimedia.wordpress.com/2008/05/09/di-mana-komitmenmu/</link>
		<comments>http://ukimedia.wordpress.com/2008/05/09/di-mana-komitmenmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 02:24:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muliaok</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>

		<category><![CDATA[aktifis]]></category>

		<category><![CDATA[amikom]]></category>

		<category><![CDATA[dakwah]]></category>

		<category><![CDATA[kampus]]></category>

		<category><![CDATA[ldk]]></category>

		<category><![CDATA[rohis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukimedia.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[“Afwan ukhti, Afwan akhi ana bisa saja membantu amanah di tim ini tapi ana tidak usah dimasukkan dalam tim ya”
“Akhi, ana banyak amanah di lain jadi untuk di sini saya bantu-bantu saja ya tidak usah dimasukkan dalam tim”
Dua ungkapan menghiris hati yang kian kelu menyaksikan betapa kualitas dakwah kian hari kian menurun. Menginsafi betapa amanah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>“Afwan ukhti, Afwan akhi ana bisa saja membantu amanah di tim ini tapi ana tidak usah dimasukkan dalam tim ya”<br />
“Akhi, ana banyak amanah di lain jadi untuk di sini saya bantu-bantu saja ya tidak usah dimasukkan dalam tim”</p>
<p>Dua ungkapan menghiris hati yang kian kelu menyaksikan betapa kualitas dakwah kian hari kian menurun. Menginsafi betapa amanah teremban di pundak yang kian lelah. Di sisi lain tak jua bisa dielakkan bahwa dakwah ini tak bisa diistirahatkan meski hanya sekejap. Lantas…?????bagaimana mungkin kemenangan akan kita raih bila ternyata komitmen kita, para aktivis dakwah masih sedemikiannya???jangan-jangan kita penyumbang aset terbesar atas tertundanya kemenangan dakwah yang kita impikan.</p>
<p>Ikhwah fillah…………</p>
<p>Bisa jadi kita tidak menyadari dan menganggap remeh serta sekedar mencari aman dengan ungkapan seperti di atas. Seolah kita merasa tidak terbebani dengan mengungkapkan bahwa kita tidak berada di dalam lingkaran secara langsung. <span id="more-130"></span>Tapi dengan mengatakan bahwa siap membantu seolah kita adalah orang yang sangat bertanggung jawab. Padahal????Betapa tersimpan satu sikap yang picik (menurut saya) dalam ungkapan itu dan betapa terkesan bahwa kita bukan orang yang bisa bertanggung jawab atas amanah. Kita hanya mau mengekor tanpa mau memegang kendali amanah tersebut.</p>
<p>Melemahnya komitmen……</p>
<p>Gambaran yang sangat jelas membuat semakin ketir hati bahwa kehancuran dakwah seolah di depan mata dan yang paling menyakitkan bahwa penyumbang terbesar kehancuran itu adalah dari para aktivis dakwah sendiri. Tak jarang waktu-waktu kegiatan yang kita agendakan harus mundur setengah sampai satu jam lantaran belum ada yang nongol, sampai-sampai panitia sekalipun. Naudzubillah……entah virus apa yang tengah menghinggapi setiap benak ikhwah aktivis kita kali ini.</p>
<p>Tak bisa mengharap kemenangan…..</p>
<p>Bagaimana malunya kita kepada Allah untuk menengadahkan tangan memohon kemenangan sementara komitmen kita terhadap dakwah ini sedemikian lemah. Tidakkah kita merasa malu atas apa yang kita pinta????</p>
<p>Komitmen yang melemah…….</p>
<p>Sampai kapan???????????????<br />
(hepar)<br />
source : kammi.or.id dengan beberapa perubahan pada redaksi</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ukimedia.wordpress.com/130/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ukimedia.wordpress.com/130/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukimedia.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukimedia.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukimedia.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukimedia.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukimedia.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukimedia.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukimedia.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukimedia.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukimedia.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukimedia.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukimedia.wordpress.com&blog=1144238&post=130&subd=ukimedia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukimedia.wordpress.com/2008/05/09/di-mana-komitmenmu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Islamic City in the Kuffah</title>
		<link>http://ukimedia.wordpress.com/2008/05/07/islamic-city-in-the-kuffah/</link>
		<comments>http://ukimedia.wordpress.com/2008/05/07/islamic-city-in-the-kuffah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 09:48:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukimedia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Shirah]]></category>

		<category><![CDATA[djokjakarta]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<category><![CDATA[kota]]></category>

		<category><![CDATA[muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukimedia.wordpress.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Tahu Nggak kalau UMAT ISLAM  punya semacam peninggalan berupa sebuah kota pendidikan &#8230;&#8230;..kalau di zaman sekarang bisa disandingkan dengan Yogyakarta ( katanya sich DJogjakarta, by the way kota apakah itu?
Pingin Tahu lebih lanjut kota apaan itu&#8230;.. ini dia kotanya&#8230;.
       ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tahu Nggak kalau UMAT ISLAM  punya semacam peninggalan berupa sebuah kota pendidikan &#8230;&#8230;..kalau di zaman sekarang bisa disandingkan dengan Yogyakarta ( katanya sich DJogjakarta, by the way kota apakah itu?</p>
<p>Pingin Tahu lebih lanjut kota apaan itu&#8230;.. ini dia <a href="http://iriaskrpd.wordpress.com">kotanya&#8230;.</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ukimedia.wordpress.com/129/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ukimedia.wordpress.com/129/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukimedia.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukimedia.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukimedia.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukimedia.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukimedia.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukimedia.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukimedia.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukimedia.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukimedia.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukimedia.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukimedia.wordpress.com&blog=1144238&post=129&subd=ukimedia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukimedia.wordpress.com/2008/05/07/islamic-city-in-the-kuffah/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/ukimedia-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ukimedia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konspirasi Yahudi Laknatullaah</title>
		<link>http://ukimedia.wordpress.com/2008/04/19/konspirasi-yahudi-laknatullaah/</link>
		<comments>http://ukimedia.wordpress.com/2008/04/19/konspirasi-yahudi-laknatullaah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 08:12:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukimedia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Konspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<category><![CDATA[israel]]></category>

		<category><![CDATA[yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukimedia.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Surah Al-Baqaroh 2:120 Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)&#8221;. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
George Bush Jr. A Skull &#38; Bones Anti-Catholic Freemason Surrounded by [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://english.aviny.com/News/2006/July/17/NoIsrael.bmp" alt="anti israel" width="144" height="144" align="left" />Surah Al-Baqaroh 2:120 Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)&#8221;. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.</p>
<p>George Bush Jr. A Skull &amp; Bones Anti-Catholic Freemason Surrounded by Apron Wearing Freemasons in Texas (2000 A.D.)</p>
<p>&#8220;Bajak Laut&#8221; (Skull n Bones) di Panggung Politik Amerika Kamis, 24 Mei 2007 : Sedikit orang tau, bahwa para penguasa Paman Sam, adalah orang-orang aktif dalam perkumpulan rahasia. Diantaranya dari klan dengan lambang &#8220;bajak laut&#8217;</p>
<p>Suatu kali pada masa kompanye pemilu presiden AS 2004, pada 9 Februari, di program NBC yang bertajuk &#8220;Meet the Press&#8221;, George W. Bush dan John F. Kerry mendadak ditanya moderatornya, Tim Russert, tentang keanggotaan mereka di Skull and Bones . &#8220;It&#8217;s so secret we can&#8217;t talk about it,&#8221; jawab presiden Bush singkat. Sementara senator dari Massachusets ini, John Kerry, menjawab, &#8220;I wish there were something secret I could manifest&#8230;&#8221; (DFP, 11/4/2004/The Secret Society That Unites John Kerry and President Bush ).</p>
<p>Bush dan John Kerry hanya dua dari sekian banyak para Bones, sebutan akrab buat anggota pria perkumpulan rahasia ini selain Knights of Eulogia dan Boodle Boys, yang telah merambah panggung politik dan segmen strategis masyarakat Amerika lainnya.</p>
<p><span id="more-125"></span>Ayah Bush, mantan presiden George Herbert W. Bush, juga anggota paling dihormati di perkumpulan rahasia ini. Mantan presiden William Howard Taft (presiden AS Ke-27, 1909-1913) juga termasuk anggota kelompok &#8220;bajak laut&#8221; ini.</p>
<p>Anthoni C. Sutton (mantan profesor ekonomi di Universitas Negeri California dan dipecat sebagai reseach fellow dari Lembaga Hoover, Universitas Stanford) dalam bukunya, America&#8217;s Secret Establisment - yang diyakini sebagai buku pertama yang membongkar agenda klan hitam ini, menyebutkan bahwa segmen strategis masyarakat Amerika yang telah ditembus ordo &#8220;pirate&#8221; ini adalah Gedung Putih (Badan Eksekutif), DPR/Kongres, Partai Demokrat dan Republik, Mahkamah Agung, yayasan-yayasan sosial dan amal, pusat-pusat pemikiran, badan-badan perumus kebijakan, lembaga-lembaga dan sistem pendidikan, media massa, penerbitan, perbankan (Federal Reserve System), pusat-pusat bisnis (industri dan perdagangan), dan bahkan berbagai gereja (Sutton, 2002: p. 25).</p>
<p>Itulah sepak terjang klan &#8216;The Order of Skull and Bones&#8217; alias klan &#8220;bajak laut&#8221; yang kini menguasai Amerika.</p>
<p>Sedikit orang tahu, ternyata AS memang sebuah negara yang sejak dulunya dan telah lama dipimpin orang-orang yang dibina dalam sebuah perkumpulan yang lambangnya dikenal umum sebagai bendera &#8220;bajak laut&#8221; atau &#8220;tanda bahaya&#8221;.<br />
Itulah, The Order of Skull and Bones, sebuah klan hitam &#8220;amat&#8221; rahasia milik presiden George Bush yang berbasis di Yale University, New Haven, Connecticut.</p>
<p>Perkumpulan Skull and Bones - yang juga dikenal dengan nama-nama The Order of Death (Ordo Kematian), The Order, The Eulogian Club, dan Lodge 322 - dibentuk oleh jenderal William Huntington Russell bersama Alphonso Taft pada 1832 sekembalinya dari Jerman dan diyakini sebagai &#8220;Senior Fraternities&#8221; dari beberapa perkumpulan rahasia lain di Universitas Yale, seperti Phi Beta Kappa yang didirikan pada 1780, Scroll and Key (1841), Wolf&#8217;s Head (1883), Book and Snake (1903), dll.</p>
<p>Bagi sebagian orang yang sudah biasa memperjuangkan dan meneriakkan nilai-nilai modern atau demokrasi (rasionalitas, keterbukaan, kebebasan, dsb.) yang sepenuhnya didukung dan disubsidi negara adidaya ini mungkin tidak percaya bahwa negara yang diklaim sebagai religius (Kristen Protestan), pemuja rasionalitas, dan konon memiliki konstitusi yang paling modern dan demokratis di dunia ini justru dibelakangi sendiri para penguasa dan elit-elit lainnya.</p>
<p>Tentu karena berangkat dari prinsip rasionalitas dan demokrasi itu pulalah tulisan ini berupaya untuk membongkar perkumpulan &#8220;mafia&#8221; orang nomor satu di AS ini.</p>
<p>&#8220;Si Bones&#8221; dan Konflik Dunia Pada periode pertama pemerintahan Bush, dilaporkan ada 11 Bones yang menduduki Gedung Putih. Mereka adalah; Evan Griffith Galbraith, William H. Donaldson, George Herbert Walker III, Jack Edwin McGregor, Victor Ashe, Roy Leslie Austin, Robert McCallum, Jr., Rex Cowdry, Edward E. McNally, David Batshaw Wiseman, dan James Emanuel Boasberg.</p>
<p>Sementara, para anggota Kongres sekarang yang berasal dari dark klan ini adalah Thomas W. L. Ashley, Jonathan Brewster Bingham, David, Frank B. Brandegee, James Buckley, Prescott Bush, John Chaffee, LeBaron Bradford Colt, John Sherman Cooper, Chauncey Depew, William Maxwell Evarts, Orris S. Ferry, John Forbes Kerry, John Heinz, Thurston Ballard Morton dan Robert A. Taft I.</p>
<p>Ada ribuan kaum Bones lain, baik yang teridentifikasi ataupun yang tidak, yang telah menduduki dan mengontrol AS yang selama ini dipuja-puja kaum intelektual kita. Hakim tertinggi AS periode 1985-1981, Potter Stewart, juga seorang Bones; pendiri FedEx, Frederick W. Smith; pendiri majalah Time Henry Luce; para penulis seperti Archibald MacLeish, John Hersey, William F. Buckley Jr. dan anaknya, Christopher Buckley.</p>
<p>Skull and Bones yang memiliki asal-usulnya ke sebuah ordo yang pernah menghebohkan Eropa tiga abad yang lalu tentu hanya salah satu bab dari secret societies yang telah lama diketahui menguasai negeri Indian ini.</p>
<p>Keanggotaan Skull and Bones, seperti yang dilaporkan sebuah majalah alumni Universitas Yale, Old Yale (September-October 2004), dipilih sekali setahun hanya 15 orang dengan salah satu kriteria pentingnya adalah pernah melakukan kejahatan.</p>
<blockquote><p>For a long time it was denied that Prescott Bush, George H W Bush and current U.S. President George W Bush are all &#8216;old school&#8217; members of the Skull and Bones chapter 322. In recent years, the mainstream media has acknowledged this to be the case and photographs such as we see here (taken 1947) have become widely circulated, indeed a picture tells a thousand words.</p>
<p>The ridiculously staged 2004 US Presidential elections brought much light to such facts, when both major running candidates (J.F. Kerry and G.W. Bush) were both Skull and Bones members, &#8216;tapped&#8217; in the late sixties.</p>
<p>Of course, now that we have the general acknowledgement of known members pervading top positions of U.S. politics, the inevitable spin is implanted that &#8216;Oh, these are just silly men blowing off steam&#8230; it doesn&#8217;t mean anything sinister&#8221;.</p>
<p>George H. Bush (left of clock) with the Skull and Crossbones group at Yale University, New Haven, CT - circa 1947.</p></blockquote>
<p>Nah, bagaimana pula dengan beberapa perkumpulan lain baik yang terdapat di Yale maupun di berbagai universitas Amerika lainnya? Bila salah satu nama (Ordo Kematian) dan lambang klan ini saja menyeramkan bisa dibayangkan tanpa perlu melakukan investigasi mendalam ke dalam ruang pertemuannya tersebut  bagaimana ritus dan seremoninya atau apa saja aksi, misi, operasi dan agendanya, tentu jauh lebih mengerikan.</p>
<p><strong>Gedung pertemuan di Yale - Tidak berjendela seperti &#8220;Kuburan/Tomb&#8221;</strong></p>
<p>Satu hal yang mengagetkan adalah bahwa calon anggota (initiate) Skull and Bones, sebagaimana yang dibocorkan salah seorang anggotanya yang hengkang kepada seorang peneliti wanita, Alexandra Robbins, yang didokumentasikan ke dalam bukunya Secrets of the Tomb (2003), setidaknya harus menggali kuburan<br />
dan mengambil tengkorak dan beberapa kerangka salah satu keluarganya dan disajikan sebagai kado buat persaudaraan klan ini (Wikipedia, 2005). Karena itulah, nama gedung pertemuannya ini saja, yang tidak berjendela, disebut sebagai &#8220;Tomb&#8221; (Kuburan, Pusara).</p>
<p>Hebatnya, kaum Bones juga menyebut diri mereka sebagai &#8220;Knights&#8221; (Kasatria) dan menyebut orang lain sebagai &#8220;Barbarians&#8221; (Kaum Biadab). Tentu, masih segar di ingatan kita kata-kata yang muncul dari mulut Bush sejak ia mendeklarasikan &#8220;War against Terrorism.&#8221; Bahkan, kata &#8220;crusade&#8221; yang pernah dilontarkannya memperkuat teori bahwa ordo ini bagian langsung dari erkumpulan rahasia Jerman, Illuminati Bavaria, yang menjadi struktur penting dalam Freemasonry, sebuah perkumpulan rahasia terbesar dunia yang bermetamorfosa dari Knights Templars (pasukan elit pada masa Perang Salib).</p>
<p>Dalam pada itu, relevansi perkumpulan &#8220;bajak laut&#8221; presiden Bush ini dalam konteks politik global yang terus memanas sekarang ini adalah memahamai perannya dalam konflik yang diciptakan. Kebijakannya berangkat dari filsafat dialektik-Hegelian yang menyatakan bahwa konflik akan menciptakan sejarah. Karena itu, menurut Prof. Sutton, perkumpulan &#8220;bajak laut&#8221; ini gemar menciptakan perang dan revolusi. (Sutton, 2002: p. 117). Misalnya, <strong>Perang Opium di China, Perang Dunia Kedua, Peristiwa G30/SPKI, Vietnam Utara-Selatan, Iraq-Iran, Perang Teluk 1991 (Iraq-Kuwait), dan konflik sektarian antara Sunni-Syiah di Iraq saat ini. </strong>Aksioma dialektika, kata profesor yang berkali-kali diterror karena karyanya ini, menegaskan bahwa &#8220;konflik yang dikontrol&#8221; (controlled conflict) dapat menciptakan sejarah yang telah dirancang, diskenariokan.</p>
<p>Dalam terminologi Hegel, kekuatan yang ada (tesis) akan menyebabkan kontra kekuatan (anti-tesis). Hasilnya, konflik antara kedua kekuatan diperlukan untuk menciptakan sebuah sintesis. Jelas sekali, teori politik adu domba, atau pola kolonial divide and conquer, ini juga menjadi skenario Zionis yang mengakibatkan perang sipil mengerikan di Libanon pada 1980-an.</p>
<p>Odet Yinon, wartawan Israel yang memiliki hubungan sangat dekat dengan Departemen Luar Negeri negara Yahudi ini, dalam tulisannya &#8220;A Strategy for Israel in the Nineteen Eighties&#8221; (Kivunim/Directions, No. 14, February 1982), menjelaskan bahwa ada dua premis pokok yang bisa diciptakan dengan pola Hegelian yang akan menjadi agenda negara Israel untuk menaklukkan kawasan Timur Tengah.</p>
<p>Pertama, Israel akan menjadi kekuatan imperial regional; dan kedua, posisinya harus mampu mempengaruhi pembagian seluruh kawasan tersebut ke dalam negara-negara kecil dengan membubarkan semua negara-negara Arab yang ada.</p>
<p>Yang dimaksud &#8216;kecil&#8221; di sini terikat pada komposisi ethnik dan sektarian dari setiap negara. Oleh karena itu, harapan Zionis adalah bahwa negara-negara berdasarkan sektarian ini akan menjadi satelit-satelit Israel dan, ironisnya, (juga) akan menjadi sumber legitimasi moralnya. Jadi, teori konspirasi (bertitik tolak dari hukum kausalitas) yang tidak dipercayai beberapa intelektual Muslim kita yang amat potensial sudah seharusnya<br />
merevisi pola pikir dan posisinya.</p>
<p>Orang seperti Franklin Delano Roosevelt / FDR (presiden AS ke-32, 1933-1935), seorang Mason yang paling berpengaruh, pernah mengungkapkan, <strong>&#8220;In politics, nothing happens by accident. If it happens, you can bet it was planned that way.&#8221;</strong> Sosok Republik Amerika (dan barangkali negara-negara Eropa lainnya) yang modern, demokratis dan terbuka sebenarnya hanya ada di tampilan luarnya, perangkat tekhnologi canggih yang diciptakannya, buku, media, dan seterusnya.</p>
<p>Sementara, prilaku, keyakinan, dan way of life-nya sesungguhnya masih tetap seperti masyarakat manusia di zaman purbakala. Akhirnya, eksistensi perkumpulan &#8220;bajak laut&#8221; AS yang sudah tua ini dan lusinan klan-klan hitam rahasia lainnya yang telah membangun struktur peradaban Barat, sekali lagi menjustifikasi pidato dan ceramah para pemimpin Muslim militan di lingkungan komunitasnya yang sering mengatakan bahwa Barat adalah sebuah &#8220;peradaban Setan&#8221; (demonic civilization).</p>
<p>Oleh karena itu, di tengah maraknya diskusi saat ini mengenai masa depan hubungan Barat-Islam &#8211;yang juga pernah dipicu oleh kasus publikasi kartun nabi Muhammad s.a.w. beberapa waktu yang lalu&#8211; ada baiknya kita juga harus mengerti, memahami, lebih banyak tentang fakta-fakta di balik layar yang tidak banyak diekspos ke publik.</p>
<p>Karenanya, ketajaman kita melihat sesuatu kelak akan bisa mengetahui, siapa kawan, siapa lawan, siapa teman, dan siapa pula sesungguhnya sang perompak dunia yang gemar menaklukkan wilayah-wilayah jajahan.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab.</p>
<p>[Rafdi N. El-Hasan, penulis adalah peneliti di Laboratorium Politik Islam<br />
(LPI), Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri (UIN)<br />
Syarif Hidayatullah Jakarta/hidayatullah.com ]</p>
<p>LINK<br />
<a rel="nofollow" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Skull_and_Bones">http://en.wikipedia.org/wiki/Skull_and_Bones</a><br />
<a rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/results?search_query=skull+and+bones">http://www.youtube.com/results?search_query=skull+and+bones</a><br />
<a rel="nofollow" href="http://www.government-propaganda.com/skull-n-bones.html">http://www.government-propaganda.com/skull-n-bones.html</a><br />
<a rel="nofollow" href="http://bushlibrary.tamu.edu/photos/yalephotos.php">http://bushlibrary.tamu.edu/photos/yalephotos.php</a><br />
<a rel="nofollow" href="http://www.todayscatholicworld.com/who-pulled-911.htm">http://www.todayscatholicworld.com/who-pulled-911.htm</a><br />
<a rel="nofollow" href="http://www.revisionisthistory.org/page1/page10/page10.html">http://www.revisionisthistory.org/page1/page10/page10.html</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ukimedia.wordpress.com/125/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ukimedia.wordpress.com/125/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukimedia.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukimedia.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukimedia.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukimedia.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukimedia.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukimedia.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukimedia.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukimedia.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukimedia.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukimedia.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukimedia.wordpress.com&blog=1144238&post=125&subd=ukimedia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukimedia.wordpress.com/2008/04/19/konspirasi-yahudi-laknatullaah/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/ukimedia-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ukimedia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://english.aviny.com/News/2006/July/17/NoIsrael.bmp" medium="image">
			<media:title type="html">anti israel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Khaulah binti Malik bin Tsa&#8217;labah (Seri Istri-Istri Teladan)</title>
		<link>http://ukimedia.wordpress.com/2008/04/16/khaulah-binti-malik-bin-tsalabah-seri-istri-istri-teladan/</link>
		<comments>http://ukimedia.wordpress.com/2008/04/16/khaulah-binti-malik-bin-tsalabah-seri-istri-istri-teladan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 06:12:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukimedia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>

		<category><![CDATA[Shirah]]></category>

		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>

		<category><![CDATA[akhwat]]></category>

		<category><![CDATA[istri]]></category>

		<category><![CDATA[teladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukimedia.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Dia seorang wanita yang fasih dan indah perkataannya. Dia selalu berhubungan dengan Allah SWT. Tidak kehilangan imannya kepada Allah di saat-saat yang paling sulit. Akan tetapi dia mengadukan kepada Allah dan Rasul-Nya. Kami ketengahkan kisah Khaulah bersama suaminya di hadapan para suami dan isteri ketika terjadi perselisihan, perdebatan, perbantahan dan pertengkaran.
Khaulah berkata :&#8221;Demi Allah, mengenai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dia seorang wanita yang fasih dan indah perkataannya. Dia selalu berhubungan dengan Allah SWT. Tidak kehilangan imannya kepada Allah di saat-saat yang paling sulit. Akan tetapi dia mengadukan kepada Allah dan Rasul-Nya. Kami ketengahkan kisah Khaulah bersama suaminya di hadapan para suami dan isteri ketika terjadi perselisihan, perdebatan, perbantahan dan pertengkaran.</p>
<p>Khaulah berkata :&#8221;Demi Allah, mengenai aku dan Aus bin Shamit, Allah Azza wa Jalla menurunkan awal surah Al Mujaadilah. Dia berkata : &#8220;Ketika itu aku sedang berada di dekatnya. Dia adalah orang tua yang buruk kelakuannya dan sudah jemu.&#8221; Khaulah berkata :&#8221;Pada suatu hari dia masuk kepadaku, lalu aku membantahnya karena sesuatu hal sehingga dia marah dan berkata :&#8221;Engkau terhadapku seperti punggung ibuku.&#8221; Kemudian dia keluar, lalu duduk di tempat pertemuan kaumnya sesaat, setelah itu dia masuk dan menginginkan diriku. Maka aku katakan : Sekali-kali jangan. Demi Allah yang menguasai nyawaku, jangan lolos kepadaku sementara engkau telah mengatakan apa yang engkau katakan, hingga Allah dan Rasul-Nya memberi keputusan tentang kita.&#8221;</p>
<p>Khaulah berkata : &#8220;Dia memaksaku, namun aku menolak. Aku berhasil mengalahkannya, sebagaimana halnya wanita yang berhasil mengalahkan laki-laki tua, maka aku berhasil menyingkirkannya dariku. Kemudian aku keluar menemui Rasulullah SAW, lalu duduk di hadapan beliau dan aku ceritakan kepada beliau perlakuan sang suami terhadap diriku. Aku adukan kepada beliau perlakuan buruk yang aku terima dari suamiku.&#8221; Khaulah berkata :&#8221;Rasulullah SAW hanya bersabda :&#8221;Wahai, Khuwailah, putera pamanmu seorang tua yang sudah lanjut usianya, maka takutlah engkau kepada Allah.&#8221;</p>
<p><span id="more-124"></span><br />
Khaulah berkata :&#8221;Demi Allah, begitu aku pergi, turun Al Qur&#8217;an mengenai diriku. Rasulullah SAW mengalami sesuatu yang biasa dialaminya, kemudian terbebas darinya. Maka beliau bersabda :&#8221;Wahai Khuwailah, Allah telah menurunkan wahyu mengenai dirimu dan temanmu. Kemudian beliau membacakan surah Al Mujaadilah :<br />
&#8220;Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguh nya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.&#8221;</p>
<p>Orang-orang yang menzihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.</p>
<p>Orang-orang yang menzihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, mereka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.</p>
<p>Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah; bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih.&#8221; (Q.S. Al-Mujaadilah, 58:1-4)</p>
<p>Khaulah berkata :&#8221;Kemudian Rasulullah SAW bersabda : Suruhlah dia membebaskan seorang budak. Maka aku katakan : Demi Allah, wahai Rasulullah, dia tidak punya budak untuk dibebaskan. Nabi SAW bersabda : Suruhlah dia berpuasa dua bulan berturut-turut. Maka aku katakan : Demi Allah, sesungguhnya dia seorang tua renta yang tidak berdaya. Nabi SAW bersabda : Suruhlah dia memberi makan orang miskin sebanyak 60 sha&#8217; kurma. Maka aku katakan : Wahai, Rasulullah, dia tidak mempunyai makanan sebanyak itu. Maka Rasulullah SAW bersabda : Kami akan membantumu dengan serangkai kurma. Maka aku katakan : Wahai Rasulullah, aku akan membantunya dengan serangkai kurma lagi. Kemudian Rasulullah SAW bersabda : Engkau berbuat benar dan baik. Pergilah dan sedekahkan kurma itu baginya, kemudian perlakukan putera pamanmu dengan baik. Maka aku pun melakukannya.&#8221; ["Al-Ishaabah, juz 8, halaman 618-620]</p>
<p>Inilah dia, Khaulah. Di dalam kisahnya terdapat pelajaran tentang kerukunan hidup suami isteri dan keikutsertaan dalam memperbaiki perpecahan dan pemeliharaan hubungan kerabat serta ketuaan usia antara suami isteri. Diriwayatkan, bahwa Umar bin Khaththab r.a. berjumpa dengannya di masa khilafahnya, ketika dia sedang menunggang seekor keledai dan orang-orang di sekelilingnya. Kemudian Khaulah menyuruhnya berhenti dan menasihatinya. Lalu dikatakan kepada Umar r.a. :&#8221;Apakah engkau bersikap demikian terhadap perempuan tua ini ?&#8221; Umar berkata :&#8221;Tahukah kalian, siapa wanita tua ini? Dia adalah Khaulah binti Tsa&#8217;labah. Allah SWT mendengar perkataannya dari atas tujuh lapis langit. Apakah Tuhan semesta alam mendengar perkataannya, sedangkan Umar tidak mendengarnya ?&#8221; [Husnul Uswah bimaa Tsabata Minallaahi wa Rasuulihi fin Niswah]</p>
<p>Khaulah tidak mengandalkan kekerasan dan tidak berpikir mengenai kejahatan, karena itu bukan akhlaq Islam. Akan tetapi dia mencari penyelesaian di sisi Allah dan Rasul-nya, dan mengadukan perkaranya kepada Allah SWT yang menciptakannya, agar menghilangkan kesusahannya dan memberi kemudahan sesudah kesulitan. Jika Anda ingin mendengarnya ketika menyampaikan keluhan kepada Rasulullah SAW, maka marilah kita baca hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Al-Hakim, dan disahihkannya, dan Baihaqi serta lainnya dari &#8216;Aisyah r.a., dia berkata :</p>
<p>&#8220;Maha Suci Allah yang pendengaran-Nya mendengar segala sesuatu. Sungguh aku mendengar perkataan Khaulah binti Tsa&#8217;labah dan sebagiannya tidak bisa kudengar ketika dia mengadukan suaminya kepada Rasulullah SAW dan berkata : Wahai Rasulullah, dia menghabiskan masa mudaku dan aku banyak melahirkan anak untuknya. Setelah usiaku menjadi tua dan aku berhenti melahirkan, dia melakukan zihar terhadapku. Ya, Allah, aku mengeluh kepada-Mu.&#8221;</p>
<p>Khaulah berkata :&#8221;Begitu aku pergi, Jibril a.s. turun membawa ayat-ayat ini.&#8221; [Surah Al-Mujaadilah]</p>
<p>Nabi SAW telah berwasiat agar memperlakukan para wanita dengan baik dan beliau adalah teladan tertinggi dalam memperlakukan isteri-isterinya. Nabi SAW bersabda mengenai hal itu : &#8220;Tidaklah orang Mu&#8217;min mendapat faedah sesudah taqwa kepada Allah yang lebih baik daripada isteri yang sholeh. Jika dia menyuruhnya, maka sang isteri menaatinya. Jika dia memandang kepadanya,sang isteri menyenangkannya. Jika dia bersumpah kepadanya, maka sang isteri melakukannya. Jika dia tidak ada di rumah, sang isteri memelihara harta dan kehormatan suaminya.&#8221; Nabi SAW bersabada : &#8220;Orang Mu&#8217;min yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaqnya, dan sebaik-baik kamu adalah yang terbaik terhadap isterinya.&#8221; ["Kanzul 'Ummaal (9/258-261)]</p>
<p>Nabi SAW juga bersabda dalam akhir sebuah khotbahnya :&#8221;Perlakukan para wanita dengan baik.&#8221;  Dari Amru Ibnul Ahwash di sebuah hadits panjang dalam menceritakan haji Wada&#8217;, dari Nabi SAW, beliau bersabda :&#8221;Perlakukanlah para isteri dengan baik, karena mereka adalah tawanan pada kalian. Kalian tidak berkuasa sedikit pun atas mereka selain itu, kecuali jika mereka melakukan perbuatan keji. Jika mereka melakukannya, maka jauhilah mereka dengan pukukan yang tidak menyakitkannya.</p>
<p>Jika mereka taat kepada kalian, maka janganlah mencari jalan untuk menyakiti hati mereka. Ketahuilah, bahwa kamu mempunyai hak pada isteri-isterimu dan isteri-isterimu mempunyai hak kepada kalian. Adapun hak kalian pada isteri-isterimu, maka mereka tidak boleh mengizinkan orang-orang yang tidak kalian sukai menginjak tempat tidurnya dan tidak boleh mengizinkan orang-orang yang tidak kamu sukai memasuki rumah-rumah kalian. Ketahuilah,sesungguhnya hak mereka pada kalian adalah kalian beri pakaian dan makanan yang baik kepada mereka.&#8221; (HR. Tirmidzi dan disahihkannya)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ukimedia.wordpress.com/124/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ukimedia.wordpress.com/124/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukimedia.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukimedia.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukimedia.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukimedia.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukimedia.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukimedia.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukimedia.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukimedia.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukimedia.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukimedia.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukimedia.wordpress.com&blog=1144238&post=124&subd=ukimedia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukimedia.wordpress.com/2008/04/16/khaulah-binti-malik-bin-tsalabah-seri-istri-istri-teladan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avat