Oleh: Hafez | November 29, 2007

Hentikan Ajang Miss. Indonesia!

Assalammu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Sebagai Umat Islam, masing-masing diri kita mempunyai tanggung jawab menjaga Islam tetap hidup dan nilai-nilai Islam tetap terjaga di Bumi Pertiwi yang kita cintai ini, Indonesia. Ajang penyelenggaraan Miss. Indonesia yang secara terang-terangan mengumbar aurat dan mengklaimnya sebagai wakil resmi Indonesia yang didalamnya ada 90% muslim jelas bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang luhur.

Oleh karena itu, saya mengajak saudara-saudaraku dalam Islam untuk bergabung menandatangani petisi untuk diserahkan kepada para wakil-wakil rakyat kita di DPR supaya mereka tahu bahwa kita MENOLAK penyelenggaraan Miss. Indonesia ini, supaya mereka; wakil-wakil rakyat mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk MENGHENTIKAN ajang yang merendahkan martabat umat Islam Indonesia.

Apabila berkenan, silahkan klik Disini

Wassalammu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh


Responses

  1. Apa salahnya sih kalau Indonesia juga punya Miss???
    Kan lumayan, jadi ajang promosi pariwisata kita…
    Kalau menurut Mas Hafid, kalau nggak lewat situ, lewat mana???Apa mas-nya bisa???Coba kalau bisa lakukan, lewat jalan apapun, yang penting pariwisata kita terpromosi… Bingung? Memang bingung😉
    Dunia pariwisata kita sedang kacau. Dan keberadaan Miss-Miss-an itu sedikit membantu… Kalau memang dalam pemilihan Miss-Miss-an itu ada pakai bikini, ya wajarlah. Lagian lo, yang makai bikini dan yang nonton orang pakai bikini kan bukan Mas-nya… Jadi, ya biarkan lah, toh dosanya jadi bawaan mereka sendiri…
    Eit…Eit… Mas-nya kok tahu kalau di Miss-miss-an itu ada sesi bikininya… Jangan-jangan, mas-nya juga ikut nonton lagi…😆

  2. menjual aqidah demi pariwisata? maaf, itu pasti bukan saya🙂 masih banyak cara menjual keindahan alam tanpa pamer aurat.

    bagaimana saya tau? karena dimuat di koran jawapos..anda ga pernah baca jawapos?

  3. –arif budiman–
    maap, miss missan itu bagi saya, selalu berorientasi bisnis saja, dan eksploitasi wanita tentunya. adapun embel2 seperti yang disebutkan mas itu, hanyalah kedok saja.
    😀

  4. —hafez–
    kira begitulah. masih banyak cara, tak harus mengekspos wanita sedemikian rupa untuk memperbaiki kualitas pariwisata indonesia.

  5. Ya, wis… Sekarang aku mau tahu, mas hafid atau mbak eMina sudah melakukan apa untuk pariwisata atau budaya yang kita punya???
    Dan, toh, sesi bikini dalam kontes-kontes seperti itu kan hanya sebagian kecil saja… Yang lainnya itu loh, mbok ya dipandang positif… Seperti sesi busana tradisional misalnya…

  6. kalo saya sih promosi ke temen-temen saya diluar negeri. via milis, website n blog

    sesi budaya tradisionalpun kalo bertentangan dengan islam ya jangan dipakai. contoh budaya tradisional wanita papua. sesuaikah dengan islam? atau islam harus mengalah pada budaya?

  7. Wah kontroversial mamang selalu membuat rame yak.

    Gini aja deh, kita lihat untung ruginya aja…

    Pertama, lihat segi untungnya dulu… Apa sih keuntungan dari miss Indonesia..?
    Ndongkrak pariwisata? Seberapa besar..? Menurut saya mah acara2 televisi sekarang ini jauh lebih efektif dalam memperkenalkan pariwisata di indonesia…
    Memberi contoh wanita indonesia yang cerdas..? Cerdas apanya…? Seorang yang cerdas akan mudah dalam menerima kebenaran…

    Kedua, sisi kerugian…
    Berapa besar dana yang digunakan..? Mendingan digunakan untuk dana sosial…
    Contoh buruk bagi generasi muda Indonesia… terutama dalam hal berbusana, katanya sih putri indonesia itu bermoral… MANA BUKTINYA…? Make pakaian yang bener aja ndak bisa…
    Ingat yak, ini masalah moral… mana bisa dibandingkan dengan pariwisata…?

    Lihat dulu kemudharatannya daripada ngambil manfaatnya, udah tahu Ushul Fiqh khan..?

  8. lha, jadi berat gini bahasannya.

    –mas arif budiman—
    secara pribadi, baiklah saya mengakui bahwa saya blm bisa berbuat apa-apa untuk negara.
    apa sih yang bisa lakukan untuk negara? untuk pariwisata? terus terang, saya memang belum bisa berbuat sedemikan banyak seperti yang lainnya. saya baru bisa berbuat sedikit saja, mungkin malah hal yang kecil saja.

    Tapi klau cara lain untuk mempromosikan budaya/pariwisata, menurut saya dengan cara pertukaran pelajar atau sengaja mendatangkan delegasi budaya ke negara lain. atau antar indonesia juga bisa.

    Saya sih bukannya engga melihat sisi positifnya, mas arif, tapi sisi eksploitasi perempuannya itu lho. saya sebagai sesama perempuan juga jadi miris. saya tdk mau kaum perempuan hanya menjadi objek semata, objek untuk dinikmati dalam bisnis.

    Dan kalau di Indonesia ini lebih banyak agenda lain untuk diperbaiki, misalnya bidang ekonomi, pendidikan, sosial, dan bidang krusial lainnya, kenapa dananya engga dialokasikan untk itu dulu? apakah sebegitu pentingnya menjadikan seorang miss indonesia sebagai pembawa misi kebudayaan?

    Kalau tak salah, bahkan penyelenggaraan miss universe saja banyak dikecam karena memang sudah jelas orientasi nya bisnis. dan dalam sebuah film tentang miss-miss an, disitu membongkar tentang orientasi kegiatan seperti itu. meskipun ada sisi positifnya untuk si kontestan pribadi, tapi itu hanya sebatas hubungan persahabatan dan pencapaian amibisi pribadi mereka menjadi miss.

    lalu apa yang bisa diperoleh orang lain? tontonan wanita cantik?

    maaf klo kata -kata saya ada yang ga berkenan😀
    salam silaturahim.

  9. > Mas Hafid
    Sebenarnya kalau menurut saya sendiri, nggak ada sih budaya yang bertentangan dengan Islam, kecuali memang “PENYEMBAHAN TERHADAP TUHAN SELAIN YANG ESA”, itu yang tidak bisa dibenarkan. Kalau cuma berpakaian sih, yang penting menutup kemaluan (atau mungkin istilah Mas “aurat”)
    Saya tidak yakin, umat Islam Indonesia sekarang cinta terhadap budaya negerinya. Taruhlah, cinta kepada pakaian nasionalnya saja, kebaya dan beskap. Mana? Tidak ada kan masyarakat – utamanya pemuda – yang sekarang mau pakai kebaya dan kain jarit dengan sukarela?
    Nah, pikiran saya, kontes Miss-missan ini diizinkan diadakan sebenarnya hanyalah perangsang bagi generasi muda kita, untuk lebih mencintai budaya negeri sendiri. Karena, tanpa penghargaan sebagai Miss tersebut, mana mau mereka pakai jarit? Mana mau mereka pakai blangkon?
    > Heri Setiawan
    Memang anda tahu pakaian yang bener itu seperti apa? Yang saya tahu, pakaian yang benar itu adalah pakaian yang tepat sesuai dengan keadaan… Kalau sedang di pantai, ya makai bikini. Kalau sedang sekolah, ya pakai seragam. dll…
    Dan lagi, kontes Miss-missan itu kan juga disiarkan di televisi? Berarti efektif dong???
    Fakta: tayangan ini ditonton oleh jutaan mata di Indonesia sendiri
    >eMina
    Lo, seharusnya dengan begitu mbaknya sadar dong, kalau saya tidak bisa, kenapa saya harus melarang orang lain yang bisa???

  10. Jadilah muslim yang taslim, ketika diperintah begini-begitu… ya dikerjakan saja…. jangan banyak protes…

    Islam bisa diartikan tunduk dan patuh, bisa juga diartikan selamat, tapi apakan akan selamat kalo tidak tunduk, patuh dan taat…?

    Saya kira mas Arif sudah tahu maksud saya khan…? Apa yang diperintahkan hayo..?

    Maaf, maksud saya efektif itu PROMOSI PARIWISATA…, memangnya miss indonesia itu pariwisata..? Coba lihat acara2 TransTV dan Trans7… insyaAllah banyak tanyangannya kok…

  11. –arif budiman—
    kan ada cara lain tho?
    baca semuanya dong komentarnya ^_^

  12. setuju dengan akh heri

    sebagai seorang muslim seyogyanya prinsip saya dengar dan saya patuhi tetap dikedepankan dalam soal tauhid juga akhlak

  13. >Hari Setiawan
    Jadilah muslim yang taslim, ketika diperintah begini-begitu… ya dikerjakan saja…. jangan banyak protes…
    Lalu Tuhan memberi kita akal buat apa? Bukan saya menolak dan meragukan yang diperintahkan Tuhan dalam Kitab-Nya, tapi cobalah tidak menelan bulat-bulat apa yang dimaksud. Ingat kan bahwa apa yang tertera dalam Al-Kitab adalah banyak yang bermakna kiasan atau membutuhkan penjelasan lebih lanjut…
    Tuhan menjadikan Al-Kitab sebagai “kitab suci bersastra” dengan banyak arti kias di dalamnya. Setiap orang yang menggunakan akal pikirannya, pasti memikirkan apa isi kandungannya, tidak menelan bulat-bulat arti literari saja. Dan yang jelas pemaknaan orang mengenai suatu tafsiran adalah berbeda.

    Islam bisa diartikan tunduk dan patuh, bisa juga diartikan selamat, tapi apakan akan selamat kalo tidak tunduk, patuh dan taat…?

    Islam=ketundukan–>Salim=tunduk
    Tunduk kepada siapa? Jawabnya adalah Tuhan. Dan tiap orang berbeda-beda penafsiran tentang penggambaran Tuhan dan sifat-sifat-Nya(walaupun pasti setiap orang percaya akan keberadaan Tuhan). Nah, kepercayaan yang berbeda itulah yang harus kita hormati, toh tidak ada yang benar-benar tahu keberadaan Tuhan itu seperti apa (Kitab suci hanyalah panduan/hadi untuk mencari hakikat Tuhan menurut kita seperti apa). Kita bahkan sebenarnya tidak boleh memvonis bahwa suatu kepercayaan itu salah, misalnya Ahmadiyah itu salah dan harus diberantas, aliran Salamullah itu salah, orang yang sembahyang dengan memperdengarkan arti suratnya itu salah dsb. Dalam Surat Al-Kafirun sudah dimuat “La-kum diinu-kum wa li-ya diin(i)”. Terapkan itu.
    Nah, kalau orang berpendapat bahwa “Islam itu hanya ada lima syarat, selain itu tergantung orangnya”, hal itu sah-sah saja (walaupun saya pribadi berpendapat juga bahwa itu hal yang salah, tetap saya biarkan). Itu hak pribadi, kawan… Kalau masalah sabda Nabi yang berbunyi
    “Apabila kita menemukan suatu kejelekan, hendaknya kita cegah dengan perbuatan, kalau tidak bisa dengan ucapan, kalau tidak bisa dengan doa, dan itu adalah selemah-lemahnya iman”
    Saya berpendapat bahwa yang dimaksud “perbuatan” di situ adalah bukan kita berantas dengan permusuhan atau perusaakan atau apalah, “perbuatan” yang dimaksud itu saya pahami sebagai CONTOH YANG BAIK. Teladan kita untuk berlaku baik Insyaa-Llah akan menjadi suatu tindakan preventif bagi semua. Toh, kita sendiri masih sering tidak menjadi contoh baik bagi orang lain…
    Nah, masalah Miss-missan di atas contohnya. Saya mengaitkan dengan keadaan kita sekarang, bahwa kita sendiri sering tidak menghargai budaya kita sendiri. Kalau begitu, apa salah kalau mereka memakai jalan seperti itu? Apa salah kalau pihak penyelenggara memakai cara itu, demi promosi pariwisata budaya kepada khalayak ramai? Memang benar banyak sekali promosi lewat televisi. Namun, yang diulas hanyalah tempat-tempat wisata, bukan “kebudayaan dan peradaban lokal yang dulu sempat adiluhung sebelum kedatangan orang-orang Barat di Indonesia” seperti tarian, busana, dan nyanyian tradisional.
    Sekali lagi, cegahlah hal itu dengan teladan yang baik, bukan dengan perlawanan keras. Sekarang misalnya, saya tanya, seberapa cintakah anda kepada budaya lokal? Seberapa intens anda bisa mengembangkan budaya lokal negeri kita? Bukankah dalah sabda Nabi dikatakan bahwa cinta negeri sebagian dari iman?

  14. ya terserahlah kalo masih ngotot dengan miss-missan itu… yang jelas mudharatnya lebih banyak daripada manfaatnya… yang namanya seorang muslim itu sebaiknya menghindari apa yang tidak memberikan manfaat baginya…

    mungkin ada sedikit kesepakatan masalah penyelesaian dengan cara yang baik… nyantai aja, tidak ada kok perlawanan dengan kekerasan dalam hal ini…

  15. ya terserahlah kalo masih ngotot dengan miss-missan itu…

    Tanya diri sendiri, Mas ngotot nggak “membubarkan” ajang Miss Indonesia?
    Mau dihentikan atau tidak, saya tidak peduli . Kita tidak membutuhkan suatu kesepakatan, hanya sebuah solusi nyata, kalau misalnya dihentikan, apa yang bisa Mas lakukan bagi usaha pelestarian budaya kita? Kalau nggak bisa, buat apa dihentikan???

  16. @ arif budiman

    saya juga mau tanya ke anda,

    1. apa yang sudah anda lakukan untuk melestarikan budaya?

    2. mana data-datanya miss indonesia membuat generasi muda mau pakai blangkon dan jarit?

    3. kalau budaya bertentangan dengan agama, anda pilih mana; patuh pada agama atau budaya?

    saya ndak butuh jawaban berputar-putar, to the point aja. toh makin berputar jawaban anda, saya juga ndak akan baca🙂

  17. 1. Saya sekarang masih ikut dalam kegiatan tari dan karawitan di kampus. Selain itu saya sekarang sedang membudidayakan kebiasaan memakai sarung dalam keseharian dan ibadah saya, soalnya saya cinta kepada keberadaan sarung sebagai pakaian khas Indonesia (saya tidak yakin mas juga melakukannya, walaupun mas juga orang Indonesia)
    2. Setidak-tidaknya itu merupakan ajang untuk menanamkan imaji kepada generasi muda, bahwa memakai blangkon atau jarit itu tidak se-“katrok” yang dikira…
    3. Saya pilih jalan tengah. Semua pasti ada jalan keluar kok. Nggak perfek 100% agama dan kepercayaan bertentangan dengan budaya. Toh budaya juga lahir dari agama dan kepercayaan, begitu pula sebaliknya. Buktinya: Walisongo bisa kan mengakulturasi Islam ke budaya Jawa? Bahkan yang paling saya salut adalah hal itu menimbulkan nuansa baru dalam budaya Jawa…

    NB: Saya nggak membuat berputar-putar. Masnya sendiri yang melakukannya… Toh, kalau nggak mau baca, ya terserah Masnya toh… Saya kan nggak maksa… Islam bukan agama paksaan kok…

  18. Sudahlah… ndak ada gunanya…
    Yang jelas bagi saya Miss-miss an tu lebih baik dihilangkan, lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya…

    Jika gak sepakat ya sudah… ikuti jalan masing-masing…

  19. Saya menggarisbawahi tulisannya penulis:

    Oleh karena itu, saya mengajak saudara-saudaraku dalam Islam untuk bergabung menandatangani petisi untuk diserahkan kepada para wakil-wakil rakyat kita di DPR supaya mereka tahu bahwa kita MENOLAK penyelenggaraan Miss. Indonesia ini, supaya mereka; wakil-wakil rakyat mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk MENGHENTIKAN ajang yang merendahkan martabat umat Islam Indonesia.

    1. Saudara-saudaraku dalam Islam itu siapa? Kita itu siapa? Saya juga termasuk kan? La wong saya juga orang Islam kok…Terus? Maksud anda menyatakan ORANG ISLAM MENOLAK MISS-MISS-AN INI itu apa??? (Malah dibawa-bawa ke DPR segala…)Wong tidak semua orang Islam menolak kok… Buktinya saya tidak menolak…
    2. Menghentikan atau menjustifikasi tanpa memandang aspek yang lain bolehkah dalam Islam? Setahu saya, Islam memandang suatu perbuatan dari dua sisi. seperti: Orang mencuri dihukum potong tangan, tapi bila yang mencuri itu benar-benar tidak punya dan sangat butuh barang yang dicuri, sedangkan tetangganya tidak ada yang mau peduli, dia bebas dari hukum potong. Miss-miss-an?Coba tilik dari segi yang lain, jangan hanya men-judge untuk menghentikan saja… Tanpa memberi solusi aternatif untuk dampak yang ditimbulkannya.
    NB: Anda kira, saya juga setuju dengan sesi bikini2-an yang digelar Miss-miss-an itu??? Tapi, cobalah melihat dari sisi yang lain… Adakah dampak yang ditimbulkan dari tiadanya kontes-kontesan itu? jika ada, bagaimana mengatasinya? Itu yang harus dipikir… Jangan hanya menjustifikasi bahwa Miss-miss-an = bikini = membuka kemaluan = HARAM…
    3. Merendahkan martabat umat Islam Indonesia. Memang yang ikut Miss-miss-an itu hanya orang/negara Islam? Tidak kan… (Buktinya, Malaysia loh ikut… Mesir loh ikut… Libanon loh ikut… Tapi tidak merasa direndahkan…) La, terus apa yang dilecehkan??? Wong tidak ada unsur Islam yang dilecehkan kok… (Kalau tentang sesi bikini, lah kenapa pesertanya sendiri mau??? Kalau benar dia Islam yang taat, tidak mau dong…)

    Tolong ya Mas… Mikir dahulu sebelum bertindak/ngomong… Memfatwa ini-itu tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkannya…

  20. ahh.. klo aku tergantung gimana melihatnya dari sudut pandanga mana..

  21. ass.
    Ya begitu deh kalau pakai sistem sekularism-kapitalisme. jadi banyak yang pake HAM buat membebaskan diri dari hukum syara.
    oke semuanya mari kita tegakkan SYARIAH dan KHILAFAH…….wss

  22. Terserah lah Anda mau bilang saya apa, sekular kek, kapitalis kek, ekstremis kek, atau apalah. Namun kalau mau jujur-jujuran, saya tersinggung. Saya hanya orang Indonesia yang menghendaki perubahan pola pikir masyarakat Indonesia. Itu saja.
    HAM? Saya rasa agama dan budaya sama-sama memberi kelonggaran kok… Hanya “orang-orang”-nya saja yang membuat sulit… (Tanya kenapa❓ )
    Syariah? Khilafah? Anda pernah baca buku sejarah nggak? Kalau belum, coba buka deh… Yang jelas, masyarakat Turki saja yang notabene-nya masyarakat yang paling terakhir ditinggalkan sistem kekhalifahan, sudah tidak lagi menghendaki sistem kekhalifahan kembali lagi ke buminya kok… Kenapa kita tidak belajar dari situ??? (Tanya kenapa lagi…❓ )

  23. tidak ada yang salah dengan sistem khilafah… kalo anda masih “beriman”, harusnya anda punya keinginan untuk menegakkan hukum Allah di muka bumi…

    jangan menyandarkan kepada sejarah, jika anda mau berusaha, Allah pasti memuliakan anda dengan usaha anda walaupun tujuan tidak tercapai.

    memang islam itu mudah, hanya orang yang “kurang” berilmu dan mementingkan “hawa nafsu” saja yang membuat terasa sulit.

  24. Saya tidak menyalahkan sistem apapun yang dipakai. Hanya, mohon berkacalah pada sejarah, bahwa sistem “kekhalifahan” yang lalu-lalu ternyata banyak membawa dampak negatif. Mis: Pada masa Usman bin Affan terjadi banyak nepotisme, pada Bani Abbasyiyah terjadi banyak penyelewengan dan pemimpinnya suka Ma-Lima… (pernah baca?) Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya sistem kekhalifahan mempunyai banyak kelemahan… Jadi???

    kalo anda masih “beriman”, harusnya anda punya keinginan untuk menegakkan hukum Allah di muka bumi…

    Memang untuk menegakkan hukum Tuhan harus dengan sistem kenegaraan???Harus mendirikan negara dengan sistem kekhalifahan, gitu???

  25. bagaimana dengan kekhalifahan abu bakar, umar, umar bin abdul azis, harus al rasyid..?

    harap berkaca juga sejarah mereka yak… jangan lah jadi orang yang pesimis….

    kalo hemat saya sih… bumi ini milik Allah dan hanya hukum Allah yang berhak diberlakukan di bumi ini…

  26. Ya, betul. Memang pada zaman-zaman mereka sistemnya berjalan baik. Namun bukan itu arah pembicaraan saya. (Saya jadi gumun sendiri, mengapa Anda tidak juga dapat menangkap maksud saya) Yang saya ingin tunjukkan kepada anda sekalian adalah bahwa sistem kekhalifahan yang anda koar-koarkan untuk diberdirikan juga tidak ubahnya seperti sistem-sistem kepemerintahan yang lain… Tidak ada istimewanya kok… Lagian, yang ingin saya pertegas lagi bahwa sistem pemerintahan sejenis itu sudah tidak lagi menjadi kehendak khalayak ramai. Kalau saya pribadi sih, apapun sistem kepemerintahannya, yang penting saya bisa hidup tenang, tidak apa-apa. Masalahnya sekarang, pemerintahan itu untuk masyarakat, atau untuk kita sendiri? Kalau untuk masyarakat, jelas dong harus membentuk sistem kepemerintahan yang sesuai dengan kehendak masyarakat… La wong sebagian besar masyarakat Indonesia (dan juga negeri-negeri yang lain) banyak menghendaki sistem demokrasi, ya mau apa lagi… (sekali lagi berkacalah pada sejarah, tapi kali ini sejarah kebangsaan kita)

    kalo hemat saya sih… bumi ini milik Allah dan hanya hukum Allah yang berhak diberlakukan di bumi ini…

    Ya, bumi ini memang milik Tuhan. Namun manusia juga mempunyai hak untuk mengelola bumi sesuai dengan kehendaknya sepanjang tidak melanggar kaidah-kaidah hukum Tuhan. Hukum Tuhan memang harus dijalankan, namun penafsiran penjalanan hukumnya adalah menurut manusia. (Sekarang pertanyaan: Darimana Anda tahu bahwa Tuhan menghendaki sistem kekhalifahan? Bukankah Tuhan tidak menyuratkan hal itu pada Kitab-Nya? Setahu saya yang disuratkan Tuhan dalam Kitab-Nya adalah pemerintahan yang jujur, pemimpinnya mengerti kemauan yang dipimpin dan sebaliknya, yang dipimpin taat kepada para pemimpinnya)

  27. http://politisi.blogspot.com/2007/08/kewajiban-khilafah-menurut-para-ulama.html

  28. kepada arif budiman:

    lalu bagaimana kalau ditinjau dari sudut: mengeksploitasi wanita?
    menurut saya, miss missan itu sama saja dengan mengekspos wanita demi popularitas dan uang.

    apakah pernah melilhat film MIss Congeliality yang di perankan sandra bullock?
    disana dipaparkan, bahwa acara miss missan sekaliber miss universe pun ujungnya bisnis dan eksploitasi wanita.
    cuma dengan halus film itu mengatakan, bahwa secara individual/personal, acara begitu hanya memberikan keuntungan bagi para kontestan. misalnya mereka jadi punya sahabat.

    sekarang ini udah ga jaman lagi mengeksploitasi fisik wanita, de budi.
    kasian dong para wanita.

  29. lalu bagaimana kalau ditinjau dari sudut: mengeksploitasi wanita?

    Loh, mengeksploitasi wanita yang mana? Kan cuma kontestannya doang yang ikut??? Memang anda merasa dieksploitasi ya???Pertanyaan:
    1. Kok Anda merasa dieksploitasi? Wong yang ikut cuma kontestannya doang kok? Malah kontestannya tidak merasa tereksploitasi…
    2. Kok banyak kontestan yang ikut dan tidak merasa dieksploitasi? Karena ada banyak keuntungan yang didapat. Misalnya: hadiah dari sponsor, dapat jalan-jalan juga, dapat jabatan, teman, dsb.
    3. Kok banyak sponsor yang ikut? Karena banyak orang yang menonton di seantero jagat
    4. Kok banyak orang yang nonton? Lah… itu sebenarnya yang perlu dibenahi… Lah orang Islam sendiri banyak yang ikut nonton kok…
    Coba deh, cermati statement terakhir, menurut Anda bagaimana?

  30. Grand Final Miss Indonesia 2008 di Palembang Dibatalkan
    Taufik Wijaya – detikcom

    “Benar, Pak Gub (Syahrial Oesman) telah menyatakan acara tersebut dibatalkan. Alasannya, ya, tidak pantas,” Humas Pemprov Sumsel Ratu Dewa yang dihubungi detikcom, Rabu (23/01/2008).

    “Ulama cinta dengan Sumsel dan sayang dengan pemerintah. Grand Final Miss Indonesia 2008 banyak maksiatnya sehingga dikhawatirkan akan mendatangkan musibah dan bala,” kata Ketua MUI Sumsel, KH Sodikun.

    Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 menyatakan setiap penganggaran harus didasarkan landasan hukum dan kejelasan manfaat.

    “Untuk itu fraksi kami menyarankan agar hal ini dikaji dan dipertimbangkan kembali sejauh mana manfaat dan mudaratnya bagi masyarakat Sumsel. Apakah acara tersebut masuk kategori prioritas dan mendesak,” kata KH Tol’at Wafa Ahmad.

    KH Tol’at Wafa Ahmad mengatakan, acara semacam itu telah menjadi kontroversi di tengah masyarakat. Pertimbangan lain, acara tersebut tak sesuai dengan semangat menjadikan Palembang sebagai Darussalam yang artinya kampung damai dan agamis.

    selengkapnya di : detiknews.com

    saya yakin kita pasti tidak mau mengorbankan moral generasi bangsa ini dengan keuntungan yg sedikit (alih-alih Miss Indonesia 2008 dpt menarik investor asing ke SumSel), malah lebih besar kemudharatan yang akan diperoleh di kemudian hari. Bukankah demikian ?

  31. *nonton misuh-misuh yang ada dengan antusias*

  32. liat komen atas..
    ada geddoe?😯

  33. Kasian perempuan….
    Selalu jadi objek untuk meraih keuntungan😦

  34. Ya, kenapa mau? Kan nggak salah laki-laki kalau si perempuan juga mau… Kayak, misalnya, si laki-laki ngajak ML, terus yang perempuan mau, dan akhirnya kejadian lalu hamil… Yang biasanya disalahkan siapa? Laki-laki kan? Padahal yang salah siapa? Dua-duanya kan??? Coba dipikirkan lagi…

  35. masalahnya kan karena merugikan orang lain, silakan kalo buat sendiri n mo nanggung sendiri…

  36. Sy stuju dgn arief B…..
    Seandainya masyarakat mulai berpikiran lebih pd zaman modern…Jgnlah trlalu memaksakan sesuatu jika kondisinya tdk mmungkinkan yg hrus dpkirkan adlh cra alternatif utk menengahi dgn cara yg pling baik utk smua shingga sma2 tdk d rugikn .. Syapakah yg pesimis dsni?Sy rasa anda org yg optimis utk mencari cara yg dpt dtrima banyak org baik muslim mwpun yg non

  37. >anak baek
    Merugikan siapa?

    >Myopini
    Setuju dengan pemikiran anda.

  38. Saya tidak sengaja ke halaman ini, saya sedang membuka info tentang ajang ‘pageant’ di Indonesia, dan ini sangat menarik.

    Sejujurnya saya berasal dari background keluarga Islam yang kuat namun saya juga merasa beruntung telah berpindah-pindah tempat tinggal di berbagai negara sehingga dapat membuka pikiran saya.

    Hanya satu yang bisa saya katakan : saya sangat setuju dengan mas arief Budiman. Percayalah, Islam bukanlah agama yang menyusahkan penganutnya, banyak sekali hal yang ditafsirkan langsung dari bahasa Arab, sedangkan belum tentu persis seperti yang kita artikan. Hanya Allah yang tahu.

    Dalam kasus ini, sewajarnya kita sebagai orang Islam harus sadar bahwa agama ini berkembang mengikuti jaman, jangan picikkan dan persempit pemikiran kita dengan cara begitu mudahnya menyebut sesuatu dengan cap HARAM, atau HALAL, sedangkan penafsiran dapat selalu berbeda-beda.

    jadilah saja manusia yang sewajarnya, tidak usah terlalu ekstrim. Nothing wrong with the beauty pageants, dan apabila memakai bikini, jangan salahkan para kontestan, karena hanya memang kontesnya seperti itu.

    Jangan jadikan Islam agama yang dangkal.

    Terimakasih,

    Bianca.

  39. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…. ali imraan:110

    Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu , sedang kamu mengetahui.. al baqarah:42

  40. @ bianca

    dangkal?

    anda merasa tidak dangkal dengan berlenggak lengok pamer aurat?

    mungkin anda sudah terlalu lama hidup dalam pengaruh orang-orang kafir sehingga memandang islam sebagai agama dangkal karena melarang pemeluknya pamer aurat.

    saya sebenarnya sudah malas berdebat dengan orang-orang yang merasa pamer aurat adalah tanda ketinggian pemahaman terhadap islam

    tapi sungguh kasihan orangtua anda kalau nanti dimintai pertanggungan jawab di akhirat atas anaknya yang bangga mencela mereka yang menjaga nilai-nilai islam dengan “menjadikan islam agama dangkal”

    naudzubillah

  41. Saudariku…..
    Sesungguhnya kejadianmu terlalu unik
    Tercipta dari tulang rusuk Adam yang bengkok menghiasai taman-taman indah
    Lantas menjadi perhatian sang kumbang.

    Kau umpama sekuntum bunga
    Harum aromamu bisa menarik perhatian sang kumbang untuk mendekatimu

    Namun…..
    Tidak semua bunga senang untuk didekati oleh sang kumbang
    Lantaran duri yang memagari dirinya umpama mawar
    Dari kejauhan sudah tercium akan keharumannya
    Serta kilauan warnanya yang memancar indah
    Mengundang kekaguman terhadap sang kumbang
    Tapi awas duri yang melingkari
    Bisa membuatkan sang kumbang berfikir beberapa kali untuk mendekatinya

    Saudariku…..
    Aku suka sekiranya kau seperti mawar
    Yang tercermin pada setiap diri mujahidah
    Bentengilah dirimu dengan perasaan malu
    Yang bertiangkan rasa keimanan
    Dan keindahan taqwa kepada Allah

    Hiasilah wajah mu dengan titisan wudhu
    Ingatlah bahwa ciri-ciri seorang wanita solehah
    Ialah ia tidak melihat kepada lelaki
    Dan lelaki tidak melihat kepadanya.

    Sesuatu yang tertutup itu lebih berharga
    Jika dibandingkan dengan sesuatu yang tampak
    Umpama sebutir permata yang dipamerkan buat perhatian umum dengan permata yang diletakkan dalam satu tempat yang tertutup
    Sudah pastinya keinginan untuk melihat permata yang tersembunyi itu melebihi daripada yang terlihat.

    Wanita solehah yang taat dan patuh pada Al Khaliq dalam melayari liku-liku kehidupannya
    Adalah harapan setiap insan yang bernama Adam……

    Namun ………..
    pada dirinya memerlukan pengorbanan dan mujahadah yang tinggi
    Karena pada dirinya bercangkang nafsu
    Serakah materi yang bersarang dalam dirinya
    Lebih-lebih lagi atribut gadis modern yang ianya miliki
    Sudah pastinya darah mudanya memudarkan rasa keimanan yang ada
    Maka berhatilah saudariku

    Namun ingatlah saudariku….
    siapa yang inginkan kebaikan
    Maka Allah akan memudahkan baginya jalan-jalan kearah itu
    Yang Penting saudariku engkau mesti punyai azam , usaha dan keistiqomahan

    Saudariku…..Akuilah hakikat dirimu
    Menjadi fitnah kepada kebanyakan lelaki
    Seandainya pakaian malumu kau tanggalkan dari tubuhmu maka sudah tidak ada lagi perisai yang dapat membentingimu…

    Sesungguhnya nabi mengatakan tentang bahaya dirimu
    ” Tidak ada suatu fitnah yang lebih besar yang lebih bermaharajalela selepas wafatku
    terhadap kaum lelaki selain fitnah yang bersumber daripada wanita”

    Oleh itu saudariku
    Setiap langkah dan tindakanmu
    Hendaklah bermanhajkan kepada Al Quran dan As Sunnah
    Jangan biarkan orang lain mengeksploitasikan dirimu untuk kepentingan tertentu

    Sesungguhnya Allah telah mengangkat
    martabatmu sebaris dengan kaum Adam

    Kau harapan ummah dalam melahirkan
    Para mujahid dan mujahidah
    Yang bisa menggoncangkan dunia dengan sentuhan lembut tanganmu…..

    Semoga disana mampu melahirkan rasa
    keagungan dan kehebatan
    terhadapNya dan timbul rasa cinta dan
    kasih pada Penciptamu…………


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: