Oleh: ukimedia | Juli 8, 2008

Kisah Nyata: Hakekat Memakai Jilbab

Kisah ini saya dapat dari sahabatku yang bekerja di salah satu perusahaan asing, di Kaltim: Disini saya kutibkan kisah nyata seorang gadis yang menginjak remaja atau kerennya jaman sekarang (ABG) yang sebelumnya tidak karuan tingkah lakunya, namun setelah sadar akan kekeliruannya dan sudah mengerti “HIKMAH MEMAKAI JILBAB” Allah memanggilnya.

Kisah nyata ini dari kawan saya bekerja.
Kisah nyata ini semoga berguna bagi yang membacanya, terutama kaum Hawa, juga bagi yang punya istri, yang punya anak perempuan, adik perempuan, saudara perempuan, kakak perempuan, yang masih punya Ibu, yang punya keponakan perempuan……..

Sahabatku menceritakan:
Ini cerita tentang adikku Nur Annisa , gadis yang baru beranjak dewasa namun rada Bengal dan tomboy. Pada saat umur adikku menginjak 17 tahun, perkembangan dari tingkah lakunya rada mengkhawatirkan ibuku , banyak teman cowoknya yang datang kerumah dan itu tidak mengenakkan ibuku sebagai seorang guru ngaji.

Untuk mengantisipasi hal itu ibuku menyuruh adikku memakai jilbab, namun selalu ditolaknya hingga timbul pertengkaran pertengkaran kecil diantara mereka. Pernah satu kali adikku berkata dengan suara yang rada keras: “Mama coba lihat deh , tetangga sebelah anaknya pakai jilbab namun kelakuannya ngga beda beda ama kita kita , malah teman teman Ani yang disekolah pake jilbab dibawa om om , sering jalan jalan , masih mending Ani, walaupun begini-gini ani nggak pernah ma kaya gituan ” , bila sudah seperti itu ibuku hanya mengelus dada, kadangkala di akhir malam kulihat ibuku menangis , lirih terdengar doanya: “Ya Allah , kenalkan Ani dengan hukum Engkau ya Allah “.

Pada satu hari didekat rumahku, ada tetangga baru yang baru pindah. Satu keluarga dimana mempunyai enam anak yang masih kecil kecil. Suaminya bernama Abu Khoiri ,(bukan Effendy Khoiri lhoo)(entah nama aslinya siapa) aku kenal dengannya waktu di masjid.

Setelah beberapa lama mereka pindah timbul desas desus mengenai istri dari Abu Khoiri yang tidak pernah keluar rumah , hingga dijuluki si buta , bisu dan tuli. Hal ini terdengar pula oleh Adikku , dan dia bertanya sama aku: “Kak , memang yang baru pindah itu istrinya buta , bisu dan tuli ? “..hus aku jawab sambil lalu” kalau kamu mau tau datangin aja langsung kerumahnya”.

Eehhh tuuh, anak benar benar datang kerumah tetangga baru. Sekembalinya dari rumah tetanggaku , kulihat perubahan yang drastis pada wajahnya, wajahnya yang biasa cerah nggak pernah muram atau lesu mejadi pucat pasi….entah apa yang terjadi.?

Namun tidak kusangka selang dua hari kemudian dia meminta pada ibuku untuk dibuatkan Jilbab ..yang panjang, lagi..rok panjang, lengan panjang…aku sendiri jadi bingung….aku tambah bingung campur syukur kepada Allah SWT karena kulihat perubahan yang ajaib..yah kubilang ajaib karena dia berubah total..tidak banyak lagi anak cowok yang datang kerumah atau teman teman wanitanya untuk sekedar bicara yang nggak karuan…kulihat dia banyak merenung, banyak baca baca majalah islam yang biasanya dia suka beli majalah anak muda kaya gadis atau femina ganti jadi majalah majalah islam , dan kulihat ibadahnya pun melebihi aku …tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur’annya, sholat sunat nya…dan yang lebih menakjubkan lagi….bila teman ku datang dia menundukkan pandangan…Segala puji bagi Engkau ya Allah SWT jerit hatiku..

Tidak berapa lama aku dapat panggilan kerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan asing (PMA). Dua bulan aku bekerja disana aku dapat kabar bahwa adikku sakit keras hingga ibuku memanggil ku untuk pulang ke rumah (rumahku di Madiun). Di pesawat tak henti hentinya aku berdoa kepada Allah SWT agar Adikku di beri kesembuhan, namun aku hanya berusaha, ketika aku tiba di rumah, didepan pintu sudah banyak orang, tak dapat kutahan aku lari masuk kedalam rumah, kulihat ibuku menangis, aku langsung menghampiri dan memeluk ibuku, sambil tersendat sendat ibuku bilang sama aku: “Dhi, adikkmu bisa ucapkan dua kalimat Syahadah diakhir hidupnya “..Tak dapat kutahan air mata ini…

Setelah selesai acara penguburan dan lainnya, iseng aku masuk kamar adikku dan kulihat Diary diatas mejanya..diary yang selalu dia tulis, Diary tempat dia menghabiskan waktunya sebelum tidur kala kulihat sewaktu almarhumah adikku masih hidup, kemudian kubuka selembar demi selembar…hingga tertuju pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul di hatiku..perubahan yang terjadi ketika adikku baru pulang dari rumah Abu Khoiri…disitu kulihat tanya jawab antara adikku dan istri dari tetanggaku, isinya seperti ini :

Tanya jawab ( kulihat dilembaran itu banyak bekas tetesan airmata ):

Annisa : Aku berguman (wajah wanita ini cerah dan bersinar layaknya bidadari), ibu, wajah ibu sangat muda dan cantik.

Istri tetanggaku : Alhamdulillah, sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati.

Annisa : Tapi ibu kan udah punya anak enam, tapi masih kelihatan cantik.

Istri tetanggaku : Subhanallah, sesungguhnya keindahan itu milik Allah SWT dan bila Allah SWT berkehendak, siapakah yang bisa menolaknya.

Annisa : Ibu, selama ini aku selalu disuruh memakai jilbab oleh ibuku, namun aku selalu menolak karena aku pikir nggak masalah aku nggak pakai jilbab asal aku tidak macam macam dan kulihat banyak wanita memakai jilbab namun kelakuannya melebihi kami yang tidak memakai jilbab, hingga aku nggak pernah mau untuk pakai jilbab, menurut ibu bagaimana?

Istri tetanggaku : Duhai Annisa, sesungguhnya Allah SWT menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan muhrim kita semuanya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT diakhirat nanti, jilbab adalah hijab untuk wanita.

Annisa : Tapi yang kulihat banyak wanita yang memakai jilbab yang kelakuannya nggak enak, nggak karuan.

Istri Tetanggaku : Jilbab hanyalah kain, namun hakekat atau arti dari jilbab itu sendiri yang harus kita pahami.

Annisa : Apa itu hakekat jilbab ?

Istri Tetanggaku : Hakekat jilbab adalah hijab lahir batin. Hijab mata kamu dari memandang lelaki yang bukan mahram kamu. Hijab lidah kamu dari berghibah (ghosib) dan kesia siaan, usahakan selalu berdzikir kepada Allah SWT. Hijab telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat. Hijab hidungmu dari mencium cium segala yang berbau busuk. Hijab tangan-tangan kamu dari berbuat yang tidak senonoh. Hijab kaki kamu dari melangkah menuju maksiat.

Hijab pikiran kamu dari berpikir yang mengundang syetan untuk memperdayai nafsu kamu. Hijab hati kamu dari sesuatu selain Allah SWT, bila kamu sudah bisa maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hati kamu, itulah hakekat jilbab.

Annisa : Ibu aku jadi jelas sekarang dari arti jilbab, mudah mudahan aku bisa pakai jilbab, namun bagaimana aku bisa melaksanakan semuanya.

Istri tetanggaku : Duhai Anisa bila kamu memakai jilbab itulah karunia dan rahmat yang datang dari Allah SWT yang Maha Pemberi Rahmat, yang Maha Penyayang, bila kamu mensyukuri rahmat itu kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan amalan jilbab hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah SWT.

Duhai Anisa, ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan dari kuburnya. Ketika ditiup terompet yang kedua kali, pada saat roh roh manusia seperti anai anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tidak ada rumput maupun tumbuhan.

Ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gulita. Ketika seluruh Nabi ketakutan. Ketika ibu tidak memperdulikan anaknya, anak tidak memperdulikan ibunya, sanak saudara tidak kenal satu sama lain lagi, kadang satu sama lain bisa menjadi musuh, satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada dialam ini.

Ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya memperdulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berkeringat karena rasa takut yang luar biasa hingga menenggelamkan dirinya, dan rupa rupa bentuk manusia bermacam macam tergantung dari amalannya, ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syetan, semuanya menangis, menangis karena hari itu Allah SWT murka, belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari itu, hingga ribuan tahun manusia didiamkan Allah SWT dipadang mahsyar yang panas membara hingga Timbangan Mizan digelar itulah hari Yaumul Hisab.

Duhai Annisa, bila kita tidak berusaha untuk beramal dihari ini, entah dengan apa nanti kita menjawab bila kita di sidang oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Kuat, Yang Maha Agung, Allah SWT. Di Yaumul Hisab nanti! Di Hari Perhitungan nanti!!

Sampai disini aku baca diarynya karena kulihat, berhenti dan banyak tetesan airmata yang jatuh dari pelupuk matanya, Subhanallah, kubalik lembar berikutnya dan kulihat tulisan, kemudian kulihat tulisan kecil di bawahnya: buta, tuli dan bisu, wanita yang tidak pernah melihat lelaki selain muhrimnya, wanita yang tidak pernah mau mendengar perkara yang dapat mengundang murka Allah SWT, wanita yang tidak pernah berbicara ghibah, ghosib dan segala sesuatu yang mengundang dosa dan sia sia tak tahan airmata ini pun jatuh membasahi diary.

Itulah yang dapat saya baca dari diarynya, semoga Allah SWT menerima Adikku di sisinya, Amin , Subhanallah.

Bapak-Bapak, Ibu-ibu, Saudara-Saudaraku, adik-adikku dan Anak-anakku yang dimuliakan oleh Allah SWT. Khususnya kaum hawa. Saya mengharap kisah nyata ini bisa menjadi iktibar, menjadi pelajaran bagi kita , bagi putri-putri kita semua. Semoga meresap dihati yang membacanya dan semoga Allah SWT senantiasa memberi petunjuk, memberi Rahmat, hidayah bagi yang membaca dan menghayatinya.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan iman kita untuk menjalankan (memenuhi) segala perintah-Nya dan menjauhi segala apa-apa yang dilarang-Nya, dan mendapat derajat takwa yang tinggi, selamat didunia sampai di akhirat nanti, mendapat pertolongan dan syafa’at di hari yaumul hisab dan mendapat surga yang tinggi, amien. Wallaahu a’lam bish shawab, billaahi taufik wal hidayah. Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.

Bila anda mau beramal saleh, kertas ini setelah dibaca jangan disobek, berikan kepada orang lain agar dibaca, supaya menambah iman dan taqwa mereka, insya Allah.

Dikutip oleh H.Muhammad Sukarman.
Pisangan RT 05 RW 03 No.25 Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur 13940.
Tlp. 021-4604785.(rumah), 021-718 9104 (kantor)Email: sukarman@petrosea.com


Responses

  1. cerita ini semakin membuatku merasa bersalah ,takut, dan bingung….aq membaca ini hari skamis tgl 10 juli 2008 dimana pikiran lagi berpikir tentang jilbab dan mimpi yang aq alami terus-menerus sama.

  2. MyCommentSpace.com

  3. Saya sudah memakai jilbab, tapi pakaian saya masi jauh dari syareat Al – Qur’an. Tapi mulai saat ini saya baru sadar klau saya berpakaian nya masi salah dan saya takut akan siksaan Allah. Smoga saya diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan dan amalan jilbab saya ini hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah SWT.
    amiinn.
    Doakan aku yah.

  4. alhamdulillah widya ketemu artikel ini,, semakin mantap untuk berjilbab,, Allah kumpulkan kami kelak di jannahM,,amin,,

  5. Subhanallah artikelnya, walaupun sy seorang ikhwan sy merasa terharu membacanya..sudah dua kali sy membaca kisah tentang seorang akhwat yg serius dan sungguh2 menjaga keislamannya. kisah yg satunya di majalah tarbawi edisi juni or juli klw g salah…subhanallah sangat menginspirasi…tetapi semuanya dipanggil Allah di usia mereka yg sangat mudah…SUBHANLLAH, Allah menyayangi mereka..adakah cerita lain yg menceritakan ttg seorang ikhwan yg soleh..??? semoga kt dpt mengambil hikmah dari cerita diatas

  6. iya, merinding nih kalo baca kisah-kisah nyata seperti itu… kisah nyata sederhana tapi benar-benar “menusuk”…

  7. semoga bisa menjdi pelajaran yang berarti bagi muslimah seluruhnya….terutama memaknai hakikat jilbab yang sesungguhnya..

  8. Subhanallah..Kisah ini bgitu byk manfaatnya khususnya utk sy pribadi. Semoga sy bisa menjaga lidah sy dr ghibah. Bimbinglah hamba ya Allah

  9. kisah yang begitu membawa kebaikan bagi yang membacanya, shg orang yang membaca menjadi sadar,….

  10. assalamualaikum………
    siapapun yang mempunyai blog ini ,afwan bgt gw dah copy paste artikel ini…
    n ku tulis di fs….
    harapan gw c,tmen2 mndapat hidayah dari tulisan yang gw ambil dari blog ini…..
    gw terharu bgt ngebaca artikel ini….
    wahai saudara2 ku,gw mpunyai adk,akhwat….
    semoga ddk gw menda[atkan hidayah to mengenakan jilbab….
    dan begitupun dengan tingkah lakunya,semoga brtambah soleha……….

  11. Subhanallah…
    Cerita ini sangat menyentuh se’x u/ mrubh diri mnjdi seorng muslimah yg brjilbab & brperilaku sesuai dgn ajrn islam. Saya ingin sprti mereka, orng” yg brubh u/ mnjdi lbh baik ssuai syariat islam. Insya allah …

  12. masha allaah…..

  13. Subhanallah…
    Sungguh artikel ini meyakinkan saya untuk tetap bertahan dengan kibaran jilbab. Jilbab yang syar’i, bukan jilbab sekedar penutup kepala saja. Walaupun banyak komentar “jilbabmu terlalu lebar” tapi tak membuat kita menyerah begitu saja.
    Tetap tebarkan kebaikan, sampaikanlah meski satu ayat…..
    Keep your ghiroh for Islam…!!!

  14. SUBHANALLAH..
    Kisah ini begitu menyentuh jiwa saya untuk terus mempertahankan sehelai nkain yang melekat pada wajah & kepala saya

  15. apapun problemnya yang pasti jilbab is number one…

  16. hmmm… mohon ijinnya untuk copy sebagian sebagai bahan pencerahan saudara kita…

  17. Subhanallah…
    tak tahan ku menahan air mata yg kian menetes
    walau saya seorang ikhwan sy merasa terharu dengan artikel ini…
    jazakumullah khoiru jaza….
    afwan,sy minta ijin untuk mengkopinya…

  18. saya bnr teharu, saya benar2 nangis…..subhanallah… smoga Allah memberi kan hidayah nya kpd kita semua, smoga smua godaan yg sllu ada ketika mekakai jilbab dan krn dgn ketulusan hati sadar akan kewajiban kita sbg wanita muslim kita bs menjlankan syariat memakai jilbab dgn ssungguhny bkn cm sekedar menutup kepala kita, Allah Maha Tahu Atas Segalanya

  19. Subhanallah, semoga artikel ini berguna untuk menyadarkan siswi-wswiku , thanks ya

  20. kisah yang sangat menarik..inspiratif…keep update yaa..saya ikutan mantau..salam

  21. SUBHANALLAH !!!!….

    saya sangat terharu ketika membaca artikel ini, membuat hati saya tersentuH….
    sungguh hidayah yg amat besar …..

  22. Bismillah, subhanaullahi wabihamdihi, maha suci Allah segala puji bagi Allah, karena hijab inilah salah satu penyebab banyak kaum hawa menghuni neraka, ibadah apapun yang kita lakukan akan terbuang sia2 amalnya sepanjang kaum hawa masih membuka auratnya dan memperlihatkannya ketika berjalan d muka bumi, tapi masih banyak kaum hawa yang menyangkalnya karena alasan kebelum siapan, ini bukan masalah kebelum siapan tapi masalah iman, pandanglah dari penglihatan Allah bukan manusia, InsyAllah banyak kebaikan jika kita melakukannya, Amiiiin…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: