Oleh: Darwis Suryantoro | November 8, 2008

Status Pernikahan Wanita Hamil dan Anak dari Perbuatan Zina?

Bismillahirrahmaanirrahiim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Innalhamdalillah Ash Shalaatu was Salamu ‘ala Rasulillah.

Kita tahu saat ini dalam masyarakat kita, semakin kompleks saja keadaan sosial ekonominya. Beberapa tekanan yang dipengaruhi lingkungan dan budaya, telah mempengaruhi tata cara kita dalam hidup bermasyarakat. Norma-norma agamapun seolah-olah semakin tersudut, hingga telah jelas terdapat hadist yang menyebutkan bahwa umat muslim di dunia ini bagaikan buih di lautan, iya, bagaimana kita membayangkan?

Disebutkan dalam At Tarikh Al Kabir, Imam Bukhori; Tartib Musnad Imam Ahmad XXIV/31-32; Sunan Abu Daud, hadist nomor 4279, Rasulullah saw. bersabda:

“Akan datang suatu masa, dalam waktu dekat, ketika bangsa-bangsa (musuh-musuh Islam) bersatu-padu mengalahkan (memperebutkan) kalian. Mereka seperti gerombolan orang rakus yang berkerumun untuk berebut hidangan makanan yang ada di sekitar mereka.”

Salah seorang sahabat bertanya: “Apakah karena kami (kaum muslimin) ketika itu sedikit?”

Rasulullah menjawab: “Tidak! Bahkan kalian waktu itu sangat banyak jumlahnya, namun kalian bagaikan buih di atas lautan (yang terombang-ambing). (Ketika itu) Allah telah mencabut rasa takut kepadamu dari hati musuh-musuh kalian, dan Allah telah menancapkan di dalam hati kalian wahn.”

Seorang sahabat Rasulullah bertanya: “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan wahn tersebut?”

Dijawab oleh Rasulullah: “Cinta kepada dunia dan takut (benci) kepada mati.”

Mengerikan sekali bukan? Jika dikaitkan dengan yang disebutkan tadi, sudah jelas apa yang dikatakan Rasulullah adalah benar adanya.

Bagaimana tentang pergaulan yang menyebabkan terjadi perzinaan? Bagaimana pula jika terjadi pernikahan wanita yang telah hamil akibat zina, atau yang cukup ngetrend disebut sebagai MBA, Married by Accident? Kemudian bagaimana status anak yang dilahirkan akibat zina dalam keluarga tersebut? Insya Allah dalam tulisan ini kita kupas tuntas, sehingga terdapatlah ilmu yang bermanfaat bagi kita semua.

Tuntunan Islam yang melarang pernikahan wanita yang sedang hamil ialah kepada wanita yang sedang dalam masa ‘iddah, baik karena ditalak (cerai) maupun ditinggal suaminya meninggal. Sementara, kehamilan akibat zina tidak termasuk dalam kategori yang disebutkan di atas tadi. Maka dari itu, wanita hamil karena zina (tidak sedang dalam status kawin dengan lelaki lain) termasuk dalam “wa uhilla lakum maa wara-a dza-likum” (dan dihalalkan bagi kamu wanita-wanita tersebut di atas). Firman Allah dalam surat An-Nisa’ ayat 24:

“Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian yaitu mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina.”

Dengan dasar pengertian ayat-ayat tersebut, maka akad nikah bagi wanita hamil akibat zina dapat dipandang sah. Namun, permasalahan lain yang kemudian muncul ialah mengenai status anak setelah melahirkan. Seorang anak yang lahir dari hubungan zina ialah anak yang mempunyai hubungan keluarga dengan si ibu, tidak memiliki hubungan nasab dengan lelaki yang menyebabkan kehamilan akibat zina tersebut. Sama saja dengan lelaki lain yang kemudian menjadi suami si ibu yang tidak menjadi sebab kehamilan wanita tersebut. Anak yang demikian itu tidak akan pernah memiliki hubungan dengan seorang ayah secara sah.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Darwis Suryantoro


Responses

  1. Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur http://www.infogue.com/info/cinema/& http://www.infogue.com/game_online & http://www.infogue.com/kamus untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://agama.infogue.com/status_pernikahan_wanita_hamil_dan_anak_dari_perbuatan_zina_

  2. Terima kasih, atas semuanya, tulisan ini sangat bermanfaat khususnya bagi saya……. mohon ditingkatkan tulisannya, yaitu mengenai masalah yang terjadi di zaman modern sekarang ini, yang dulu belum ada dasar hukumnya…………


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: