Oleh: afifokey | November 19, 2008

Merenung sejenak yuk..!!!

Pernahkah terpikir oleh kita sebelumnya, bahwa kita akan dipilih Alloh menjadi para penggerak da’wah? Pernahkah terlintas dalam benak kita bahwa hari-hari yang akan kita lalui adalah hari-hari yang melelahkan,
penuh dengan rintangan dan perjuangan? Pernahkah terbayang oleh kita sebelumnya, bahwa kehidupan yang akan kita jalani (sepertinya) tidak selancar kehidupan orang lain yang justru tidak/belum bergabung dalam barisan da’wah ini?

Bukankah ini adalah nikmat terbesar dari Alloh, dan bentuk kasih sayang-Nya yang telah membelokkan hati kita dari jalan kehancuran menuju jalan keselamatan ?

Saudaraku…

Mungkin diantara kita ada yang tidak pernah berharap sebelumnya untuk bergabung dalam barisan ini. Tapi cobalah kemudian renungkan! Apa yang akan terjadi sekiranya Alloh tidak memberikan hidayah itu kepada kita? Tentulah kita akan menjadi orang yang merugi di akhir kehidupan kelak karena tidak ada bekal yang bisa kita persiapkan untuk menghadap Alloh. Mungkin ada pula diantara kita yang mengeluh dengan semua
bentuk keletihan yang didapatkan di jalan ini. Tapi cobalah kemudian renungkan!! Apa yang akan terjadi sekiranya kita tidak meletihkan diri dengan amal-amal yang mendekatkan diri kepada Alloh? Tentulah kita akan diletihkan dengan perbuatan-perbuatan yang mejauhkan kita dari-Nya.

Saudaraku…

Mungkin pernah terlintas dalam pikiran kita untuk rehat sejenak atau bahkan berhenti dari da’wah ini dengan alasan bahwa da’wah ini terlalu berat untuk dipikul oleh orang-orang seperti kita. Maka marilah kita mulai bercermin pada perjuangan Rasulullah SAW, yang mana perjuangan dan rintangan yang kita hadapi saat ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan yang pernah beliau hadapi.

Saudaraku..

Mungkin pernah bahkan sering ‘kesendirian’ menghinggapi jiwa kita sementara amanah da’wah terasa amat berat. Terkadang ada yang luntur kesabarannya karena terjadi kesalahpahaman dengan yang lain. Maka
izinkanlah diri ini mengingatkan kepadamu wahai saudaraku tentang sebuah ayat cinta dari Yang Maha Pencinta, “Wahai orang-orang yang beriman. Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu…” (QS. Ali Imran: 200).

Kesabaran dalam perjuangan bukanlah suatu bentuk penyiksaan yang menyebabkan seseorang berkata, “Kesabaran itu ada batasnya!” melainkan ia merupakan nikmat dari Rabb Yang Maha Pengasih.

Semua ini adalah bentuk nikmat dari Allah yang dilimpahkan kepada kita agar tidak menjadi orang-orang yang merugi. Maka sudah sepantasnya kita mensyukuri nikmat itu dengan berda’wah dan berjihad di jalan-Nya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: