Oleh: Darwis Suryantoro | November 25, 2008

Ahli Surga dan Kenikmatannya

Bismillahirrahmaanirrahiim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh,
Innalhamdalillah Ash Shalaatu was Salamu ‘ala Rasulillah.

Firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 82 disebutkan:
“Dan orang-orang yang beriman serta beramal sholeh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.”

Allah juga berfirman dalam surat Hud ayat 23:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal sholeh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.”

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa di belakang Asshirah (jembatan) terdapat tanah lapang. Di tanah tersebut terdapat pohon-pohon yang harum baunya, di bawah pohon terdapat dua mata air yang keduanya mengalir dari bawah surga. Salah satu dari keduanya mengalir dari arah kanan dan lainnya dari arah kiri. Adapun para mukminin sama melewati jembatan, setelah mereka bangun dari kuburnya, mereka berdiri kemudian berjalan menuju hisab. Mereka beristirahat di sekitar matahari sambil membaca kitab perbal amalnya, lalu mereka sama melewati neraka dan sampailah di tanah lapang tersebut. Mereka sama minum dari salah satu mata air tadi. Setelah mata air masuk dalam dada mereka, maka keluarlah apa-apa yang berada di dalamnya, baik berupa bujukan nafsu maupun prasangka, ataupun berupa kedengkian, dan lenyaplah dari dadanya. Setelah air menetap pada perutnya, maka keluarlah segala yang ada di dalamnya, baik berupa kerusakan maupun penyakit-penyakit dan air kencing, sehingga lahir batin mereka itu menjadi suci.

Kemudian mukminin dan mukminat sama mendatangi mata air yang lain, mereka sama mandi di mata air itu. Maka jadilah wajah mereka bagaikan bulan purnama, tubuh dan hatinya menjadi harum seperti harumnya misik, dan mereka sampai di pintu surga. Di saat itu di leher mereka terdapat yaqut yang merah, lalu mereka mengetuk pintu surga. Di situlah mereka didampingi bidadari-bidadari yang berbaris sambil berjabat tangan dengan mereka. Kemudian setiap bidadari keluar untuk yang berhak memilikinya, dan ia merangkul kepadanya seraya berkata: “Engkaulah cinta kekasihku, aku rela kepadamu dan aku mencintaimu untuk selama-lamanya.” Ia masuk dengan sekalian ke dalam rumah di surga yang di dalamnya seudah disediakan 70 ranjang, setiap ranjang terdapat 70 kambal (seprei), setiap seprei ada satu bidadari yang mengenakan 70 pakaian perhiasan yang terlihat tulang betisnya karena halusnya pakaian. Seumpama satu rambut dari rambutnya ahli surga itu ada yang runtuh ke bumi, sungguh menerangi bumi.

Nabi Muhammad saw bersabda:
“Pakaian surga adalah putih bercahaya gilang-gemilang dan tidak ada matahari, tidak ada siang dan malam, tidak ada tidur, sebab tidur adalah saudaranya mati.”

Adapun dinding (pagar) surga itu terdiri dari 7 yang mengelilingi surga, yang keseluruhannya terdiri atas:
Perak
Emas
Zabarjut (jamrut)
Mutiara
Intan berlian
Yakut
Nur (cahaya) yang gilang-gemilang

Jarak antara dua kota di surga kira-kira dapat ditempuh selama 500 tahun. Mereka ahli surga itu sama bergembira ria, muda-muda belia yang sebaya dan tampan-tampan, serta cantik-cantik dan bercelak. Bagi laki-laki yang berkumis hijau yang renggang-renggang dan bercahaya, serta bagi wanita tiada kumis untuk membedakan dengan para lelaki.

Dalam suatu hadits diterangkan bahwa ahli surga dan bagi salah seorang dari mereka mengenakan 70 pakaian, yang setiap pakaian tersebut beraneka ragam warnanya. Setiap satu jam 70 macam warna. Wajah para suami nampak pada wajah istrinya. Dada dan betis istrinya di dalam dada dan betis suaminya.

Ahli surga itu tidak pernah meludah dan tidak pernah kumat dari penyakit. Mereka tidak berambut kecuali dua alis, rambut kepala, dan dua bulu mata.

Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra, demi Dzat yang menurunkan kitab kepada Nabi-Nya: Bahwasanya ahli surga bertambah tampan dan cantik molek setiap harinya, sebagaimana bertambahnya tua menjadi pikun di dunia. Setiap lelaki diberi kekuatan makan 100 kali, begitu juga minum dan jimak.

Tentang berjimak, maka berjimaklah suami dengan isterinya sebagaimana jimaknya lelaki denga isterinya beberapa windu, yakni 80 tahun. Dan tidak mengeluarkan mani antara lelaki dan wanita. Adapun setiap hari mereka memperoleh 100 makanan.

Ibnu Abbas berkata: “Ketika wali Allah makan buah-buahan yang diingini, dan sangat menghendaki makanan, maka Allah ta’ala memerintahkan agar ia dilayani. Maka datanglah Malaikat kepadanya dengan menyuguhkan makanan sebanyak 70 penampan dan 70 hidangan dari intan dan yakut, setiah hidangan 1000 piring dari emas, sebagaimana Allah swt. berfirman dal Al Qur’an:

“Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas dan piala-piala (dari emas pula) dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.” (QS. Az-Zukhruf: 71).

Dan setiap piring berupa aneka macam makanan yang tak tersentuh api dan tak dimasak oleh ahli pemasak dan tidak dibuat dalam kendil tembaga dan yang lain. Akan tetapi Allah mengatakan kepadanya: “Jadilah engkau makanan.” Maka jadilah makanan itu tanpa kesulitan dan kesukaran.

Kemudian makanlah Wali Allah itu dari apa yang dikehendaki dalam piring-piring itu. Jika sudah kenyang, maka turunlah burung-burung kepadanya, yaitu burung dari surga.

Firman Allah:
“Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS Al-Waqi’ah:21)

Kemudian Wali Allah segera menghendaki daging burung-burung itu, lalu Allah Ta’ala memerintahkan agar burung itu (sudah) berada dalam hidangan dari segala macam yang ia kehendaki sebagai layannya. Dan makanlah Wali Allah dari daging-daging burung, kemudian burung kembali dengan seijin Allah seperti semula.

Adapun makanan surga tidak ada habisnya, dan jika dimakan tidak berkurang, setiap makanan tidak ada bandingnya di dunia ini. Seperti halnya Qur’an yang dipelajari manusia, ia hakekatnya tak dapat berkurang sedikitpun. Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya ahli surga itu sama makan dan minum, lalu keluarlah bau dari tubuh mereka seperti bau misik, demikian itu kekal selama-lamanya.”

Dan bahwasanya di dalam surga itu para ahlinya dapat melihat Dzat Yang Maha Merajai dan yang Mulia (Allah swt). Wajah-wajah mereka tampak sangat gembira memperoleh kenikmatan ini, segala yang diinginkan dengan segera dapat dilayani dan keadaan demikian ini kekal abadi untuk selama-lamanya. Di dalam surga mereka tidak mempunyai perasaan sedih, takut, dan khawatir.
Masih banyak lagi kenikmatan-kenikmatan yang dapat dirasakan dalam surga. Kenikmatan dapat melihat Dzat Allah Ta’ala itu saja akan dirasakan sebagai suatu kenikmatan yang tidak ada bandingannya jika dibandingkan dengan kenikmatan-kenikmatan surga yang lainnya. Inilah kenikmata nyang paling besar sekali.

Firman Allah:
“Dan bagi orang yang takut saat akan menghadap Tuhannya, ini memperoleh dua taman surga.” (QS Ar-Rahman:46)

Dalam, ayat-ayat lain pada Al Qur’an disebutkan:
– Surga penuh berisi berbagai ragam kenikmatan.
– Di dalamnya terdapat dua buah mata air yang mengalir
– Di dalamnya terdapat aneka ragam buah-buahan sepasang-sepasang.
– Para ahli surga bersandar di atas permadani yang di dalamnya terbuat dari sutra yang sangat tebal.
– Buah-buahan di taman surga itu dekat-dekat dan mudah diambil.
– Dalam surga itu terdapat gadis-gadis remaja yang sopan lagi setia, belum pernah dijamah oleh siapapun.
– Di dalamnya terlihat hijau kebiru-biruan warnanya, ada pula mata air yang memancar keras dan berbagai tanaman, buah-buahan, juga bidadari-bidadari suci bersih, terpelihara baikdalam gedung-gedung yang megah bersandar pada bantal yang hijau warnanya dan permadani yang tebal.
– Di dalamnya juga tersedia ranjang-ranjang yang ditinggikan dan bantal-bantal serta permadaninya. Gelas-gelas terletak sedia berjejer.

Semuanya itu disediakan untuk para Muttaqiin (orang-orang yang bertakwa). Oleh karena itu, jika engkau mingingikan tingkat yang tinggi, maka satu-satunya jalan yang harus ditempuh ialah harus sungguh-sungguh beramal sholeh sebanyak-banyaknya, yang seorangpun tak dapat menandingi. Sebab, Allahpun memerintahkan setiap orang untuk bertindak cepat, segera, dan berlomba-lomba beramal sholeh memohon ampunan dan keridlaanNya.

Dalam Al Qur’an surat Ali Imran: 133, Allah berfirman:
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.

Wassalamualaikum warahmatullah wabarokatuh.

Darwis Suryantoro (disarikan dari buku Berita Ghaib dan Alam Akherat – M. Ali Chasan Umar)


Responses

  1. Ya masukkan aku dan anak istriku, ayah ibuku dan keturunanku, saudara2ku kedalamnya.

    • INSYAALLAH…AMIN…..

  2. Subhanallah,,surga Allah tiada yg menandingi.ny,,
    Subhanallah PERFECT dah,,

  3. YA ALLAH YA TUHANKU…MASUKKANLAH DIRIKU,KEDUA IBU BAPAKU,SELURUH AHLI KELUARGAKU,GURU GURUKU,DAN SELURUH UMAT ISLAM KEDALAM SYURGAMU……….AMIN.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: