Oleh: Heri Setiawan | Desember 12, 2008

Ketika Masalah Menghampiri…

merenungi masalah

Permasalahan dan musibah dalam kehidupan itu akan selalu ada…tanpa kita duga…tanpa kita sangka-sangka…tetapi memang mereka selalu muncul dan akan selalu muncul selama roh masih menyatu dengan badan…selama nafas masih terhembus… selama jantung masih berdetak… selama darah masih mengalir dalam urat nadi manusia.

Bagi sebagian orang, permasalahan yang terasa berat akan membawanya kepada hal yang negatif sebagai bentuk pelampiasannya terhadap masalah yang dia hadapi. Imannya jatuh, kesabarannya jatuh dan gairah hidupnya pun jatuh… dia hanya bisa melakukan pelampiasan-pelampiasan yang tiada berguna. Dia lupa akan impian-impiannya, dia lupa akan orang-orang disekitarnya dan lebih buruk lagi… dia lupa akan Tuhannya dengan segala kasih sayangNya… Dia semakin larut dalam permasalahannya, mencoba lari dari masalahnya dan merasa seolah-olah kehidupan ini tiada berarti…

Bagi sebagian yang lain, permasalahan ataupun musibah ataupun harapan yang terputus membuatnya semakin kuat dalam menjalani lika-liku kehidupan. Dia merasa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah milik Tuhannya, dia akan menerima apa-apa yang diberikan Tuhannya… menerima dan mensyukuri apa yang didapatkannya dan selalu berusaha memberikan yang terbaik, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Ketika permasalahan melanda kehidupannya, yang pertama kali dia lakukan adalah bersabar terhadap masalah atau musibah yang tengah dihadapinya… karena “sabar itu pada awal kejadian” (Sahih Muslim : 1534), “Sesungguhnya yang dinamakan sabar itu adalah ketika (bersabar) pada pukulan (benturan) pertama” (Hadits Shahih Riwayat Bukhari, 3/110-116 Dalam Bab Ziarah Kubur).. berdo'aPermasalahan dan musibah semakin mendekatkan dirinya dengan Tuhannya, semakin kuat keimanannya kepada Tuhannya. Dia yakin bahwa dibalik masalah ada kelapangan.., dibalik musibah ada hikmah.. sehingga segala permasalahan kehidupan akan dia jalani dengan pikiran jernih dengan selalu derdo’a, berusaha dan bertawakal kepada Tuhannya. Dia tidak menampakkan kesedihannya pada orang disekitarnya karena dia tahu hal itu akan membawa orang lain ikut dalam kesedihannya…tetap tersenyum dihadapan orang lain seolah-olah tidak terjadi sesuatupun pada dirinya… Hal ini membuat dirinya semakin dewasa dan selalu mempersiapkan diri terhadap segala kemungkinan yang muncul dalam kehidupannya.

Lalu mana yang akan kita pilih ketika masalah dan musibah itu menghampiri..?
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut:2)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan . Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (Al-Anbiyaa’ 35)

Bersabarlah, walaupun sabar itu tidak semudah apa yang dikatakan…
jangan pernah menyerah
Original post: awansx.wordpress.com


Responses

  1. terima kasih atas tulisan ini. bermanfaat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: