Oleh: Heri Setiawan | Juli 24, 2009

Antara Michael Jackson dan Marwa al-Sharbini

Afwan, hanya copas saja…

Saya sedih, bukan karena kematian MJ yang dipuja jutaan orang di dunia. Tapi saya sedih, karena pada saat yang sama, berlangsung perkebumian  seorang muslimah yang Insya Allah menjadi seorang syahidah karena mempertahankan jilbabnya. Marwa Al-Sharbini, seorang ibu satu anak yang sedang mengandung tiga bulan, syahid akibat ditikam sebanyak 18 kali oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia yang anti-Islam dan anti-Muslim. Tapi berita ini, sama sekali tidak saya temukan di tv-tv kita , negara yang majaroti penduduknya Muslim, bahkan mungkin, tak banyak dari kita yang tahu akan peristiwa yang menimpa Marwa Al-Sharbini.

Ribuan orang di Mesir yang mengantar jenazah Marwa Al-Sharbini ke tempat istirihatnya yang terakhir, memang mungkin banyak orang yang menangisi kepergian Michael Jackson. Marwa hanya seorang ibu dan bukan superstar seperti MJ. Tapi kepergian Marwa Al-Sharbini adalah lambang jihad seorang muslim. Marwa Al- Sharbini mempertahankan harga dirinya sebagai seorang Muslimah yang mematuhi ajaran agamanya meski pun untuk itu ia kehilangan nyawanya.

Marwa Al-Sharbini ditikam di ruang sidang kota Dresden, Jerman saat akan memberikan kesaksian atas ancaman terhadapnya . Ia mengadukan sorang pemuda Jerman bernama Alex W yang kerap menyebutnya “teroris” hanya karena ia mengenakan jilbab. Dalam suatu kesempatan, pemuda itu bahkan pernah menyerang Marwa dan berusaha melepas jilbab Muslimah asal Mesir itu. Di persidangan itulah, Alex kembali menyerang Marwa, kali ini ia menikam Marwa Al-Sharbini berkali-kali. Suami Marwa yang berusaha melindungi isterinya, malah terkena tembakan pehak berkuasa keamanan pengadilan yang berdalih tak sengaja menembak suami Marwa yang kini dalam kondisi kritis di rumah sakit Dresden.

Peristiwa ini sepi dari pemberitaan di media massa Jerman dan mungkin dari pemberitaan media massa asing dunia karena yang menjadi korban adalah seorang muslimah yang dibunuh oleh orang Barat yang anti-Islam dan anti-Muslim. Situasinya mungkin akan berbeda jika yang menjadi korban adalah satu orang Jerman atau orang Barat yang dibunuh oleh seorang ektrimis Islam. Beritanya dipastikan akan gempar dan mendunia.

Itulah sebabnya, mengapa di tv-tv kita cuma sebuk dengan pemberitaan pemakaman Michael Jackson yang mengharu biru itu. Tak ada berita pemakaman Syahidah Marwa Al-Sharbini yang mendapat sebutan “Pahlwan Jilbab”. Tak ada protes dunia Islam atas kematiannya. Tak ada tangisan kaum muslimin dunia untuknya. Tapi tak mengapa Marwa Al-Sharbini, karena engkau akan mendapatkan tempat yang paling mulia di sisiNya ALLAH SWT . Seiring doa dari orang-orang yang mencintaimu. Selamat jalan saudariku, maafkan kami jika kurang peduli …

Sumber: myquran.org


Responses

  1. saya juga turut berduka cita atas kematiannya……
    dan semuga Allah menempatkannya pada posisi yang mulia….amin…..
    mari kita bersatu dan memperjuangkan hak-hak orang muslim seluruh dunia…dan mari kita menyumbangkan ide2 di forum ini sebagai salah media mempersatukan saudara2 kita di seluruh dunia…..

  2. tum, ki admin sing liane do neng ndi yo?????
    mosok sing tue terus sing kudu aktif…..???

  3. ini bahan tafakur buat muslimah di indonesia yang belum berjilbab, sy khawatir di Indonesia malah akan ada yang meninggal krn memperjuangkan agar tdk berjilbab. sy salut sm mbak Marwah. smoga ALLAH SWT menempatkannya di Surga-Nya. Amin…

    • Pernyataan :” Marwa Al- Sharbini mempertahankan harga dirinya sebagai seorang Muslimah yang mematuhi ajaran agamanya meski pun untuk itu ia kehilangan nyawanya.” adalah konyol . Suatu hari di suatu asrama sekolah putri terjadi kebakaran, polisi dan petugas pemadam kebakaran menyerukan penghuni di dlmnya agar segera melarikan diri. Tapi para penghuni tidak mau karena kalau mereka keluar dr asrama, rambut mereka akan dilihat orang orang. Mereka mati terbakar. Sangat konyol. Mereka mempertahankan rambut hanya untuk menjadi abu. Islam bukan agama konyol tapi agama utk org2 yg berfikir.

  4. innalilahi wa inna ilaihi rojiun..
    terus terang saya jauh lebih tersentuh dengan berita ini. saya juga turut prihatin dengan indonesia yang selalu ngurusin dan membesarkan perkara2 kecil lainnya disaat perkara yang jauh lebih penting sedang terjadi untuk diketahui dan di maknai….
    semoga ALLAH SWT mengampuni kita. aminnn

  5. innalilahi. . .
    hanya Allah SWT yang maha mengetahui

  6. Allah huakbar…….
    Laaillaahaillallah…..

  7. semoga Allah menjadikan ukthi marwa….sebagai bidadari surga Allah yg penuh kenikmatan…Amin

  8. ya kita memang krisis ideologi….

  9. Aku iri sama marwah. Mudahan q bisa juga syahid seperti dia

  10. Innalillahi wa inna ilaihi rooji’un.
    Karena dri kita (ummat muslim) lebih mementingkan Muslim daripada Islam itu sendiri.
    Agungkan ALLOH SWT dimanapun kita berada,baik dengan pakaian,perilaku (akhlaq),tutur kata,dan terutama AGungkan Dia dalam hati kita.
    Wallahu’alam.

  11. Pernyataan :” Marwa Al- Sharbini mempertahankan harga dirinya sebagai seorang Muslimah yang mematuhi ajaran agamanya meski pun untuk itu ia kehilangan nyawanya.” adalah konyol . Suatu hari di suatu asrama sekolah putri terjadi kebakaran, polisi dan petugas pemadam kebakaran menyerukan penghuni di dlmnya agar segera melarikan diri. Tapi para penghuni tidak mau karena kalau mereka keluar dr asrama, rambut mereka akan dilihat orang orang. Mereka mati terbakar. Sangat konyol. Mereka mempertahankan rambut hanya untuk menjadi abu. Islam bukan agama konyol tapi agama utk org2 yg berfikir.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: